IHSG Bukukan Rekor Tertingginya
Kamis, 16 Mar 2006 16:49 WIB
Jakarta - Pasar saham di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) semarak. Pada penutupan Kamis (16/3/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengukir rekor baru di level 1.273,797 yang mencatat kenaikan drastis 29,356 poin (2,359%).Rekor sebelumnya tercipta pada 6 Maret 2006, yang ada di level 1.262,690. Saham-saham unggulan kembali diburu karena pelaku pasar tengah menikmati eforia menguatnya nilai tukar rupiah di level 9.167 per dolar AS dan turunnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari 12,74 persen menjadi 12,70 persen.Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi primadona dan menyedot perhatian investor. Pasalnya, Bumi diberitakan melego dua perusahaan tambangnya PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin senilai US$ 3,2 miliar.Kenaikan indeks ini juga ditengarai karena masuknya dana asing, setelah sebelumnya mereka berburu surat utang negara (SUN) pada lelang 13 Maret lalu.Indeks LQ-45 naik 7,306 poin pada level 281,085, Jakarta Islamic Index (JII) naik 5,383 poin pada level 225,852, Main Board Index (MBX) naik 8,016 poin pada level 347,797 dan Development Board Index (DBX) naik 5,942 poin pada level 258,024.Perdagangan di seluruh pasar berlangsung sangat ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 22.094 kali, dengan volume 2,396 miliar unit saham, senilai Rp 2,315 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 109 saham naik, 21 saham turun dan 71 saham stagnan.Saham-saham yang melejit harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 400 menjadi Rp 10.550, Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 6.400, Indosat (ISAT) naik Rp 125 menjadi Rp 5.025, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 50 menjadi Rp 980 dan Energi Mega Persada (ENRG) naik Rp 50 menjadi Rp 900.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 50 menjadi Rp 6.150, Petrosea (PTRO) turun Rp 50 menjadi Rp 7.700, Bank Lippo (LPBN) turun Rp 30 menjadi Rp 1.060, Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) turun Rp 10 menjadi Rp 650 dan Adhi Karya (ADHI) turun Rp 10 menjadi Rp 840.
(ir/)











































