Raksasa Ride Hailing di China Bakal IPO, Mau Saingi Uber

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 11 Jun 2021 10:38 WIB
Didi Chuxing
Foto: Gettyimages
Jakarta -

Perusahaan raksasa ride-hailing (seperti Gojek/Uber) China, Didi Chuxing, telah mengajukan diri untuk go public pada hari Kamis (10/6/2021) kemarin. Dilaporkan bahwa pengajuan go public ini bisa menjadi salah satu IPO terbesar tahun ini pada bidang teknologi.

Melansir dari CNBC, Jumat (11/6/2021), sebelumnya perusahaan telah melaporkan jumlah pendapatannya sebesar US$ 21,6 miliar atau sekitar Rp 306,7 triliun (dengan kurs Rp 14.200/dolar AS) tahun lalu. Mereka juga telah membukukan laba pada kuartal terakhir ini dengan pendapatan sebesar US$ 6,4 miliar atau sekitar Rp 90,8 triliun.

Secara khusus, perusahaan melaporkan laba bersih sebesar US$ 837 juta atau sekitar 11,8 triliun sebelum pembayaran tertentu kepada pemegang saham, dan laba bersih komprehensif sebesar US$ 95 juta atau sekitar 1,3 triliun untuk kuartal tersebut.

Antara 2019 dan 2020, pendapatan Didi menyusut hampir 10% karena pandemi Covid-19 melanda China tahun lalu. Namun, sebelum pandemi, pendapatan tumbuh 11% antara 2018 dan 2019. Selain itu, pendapatan telah bangkit kembali di kuartal pertama karena pemulihan pandemi berjalan lancar, dengan pertumbuhan 107% di kuartal pertama bila dibandingkan dengan kuartal akhir pada tahun sebelumnya.

Beberapa profitabilitas perusahaan di kuartal pertama dapat dikreditkan ke keuntungan investasi sebesar US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 26,9 triliun terkait dengan spin-off dan divestasi.

Diperkirakan, Didi baru-baru ini bernilai US$ 62 miliar atau sekitar Rp 880 triliun setelah putaran penggalangan dana Agustus, menurut data PitchBook. Saat ini Didi sedang didukung oleh raksasa investasi seperti SoftBank, Alibaba, dan Tencent.

Bloomberg melaporkan perusahaan dapat memiliki penilaian US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1.420 triliun pada saat IPO-nya. Tidak seperti Uber, Didi masih banyak berinvestasi dalam mewujudkan robotaxis self-driving, dan baru-baru ini mendapat persetujuan untuk menguji kendaraan self-driving di Beijing.

Berdasarkan data tersebut, perusahaan ride-hailing China ini bisa menjadi salah satu perusahaan teknologi dengan debut IPO terbesar secara global tahun ini.

(fdl/fdl)