Fakta-fakta Saham DCII yang Menggila Lagi Setelah Kena Semprit BEI

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 19:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Perdagangan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kemarin sempat dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena melesat terlalu tinggi. Hari ini setelah suspensi dicabut, saham DCII kembali menggila.

Berikut fakta-fakta terkait saham DCII yang terus menguat:

1. Saham Naik 20%

Setelah BEI membuka suspensi saham DCII pagi ini, saham DCII pun kembali menggila. Melansir data RTI, Rabu (16/6/2021), saham DCII tercatat 20% atau bertambah 10.050 poin ke level Rp 60.300 dari harga sebelumnya Rp 50.250 per lembar saham.

Itu artinya kenaikan saham DCII sudah menyentuh batas auto reject atas. Jumlah saham DCII yang telah diperdagangkan di level itu sebanyak 92.000 lembar saham dengan nilai transaksi Rp 5,43 miliar. Sementara frekuensi transaksi sebanyak 568 kali.

Namun pada saat penutupan kenaikan saham DCII sedikit berkurang. Saham DCII hari ini ditutup menguat 17,41% ke posisi Rp 59.000.

2. Sempat Disuspensi BEI

Kemarin saham DCII disuspensi sementara oleh BEI. Hal itu dilakukan karena peningkatan harga saham DCII yang signifikan.

"PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) pada perdagangan tanggal 15 Juni 2021," tulis keterbukaan informasi BEI, kemarin.

Penghentian sementara perdagangan saham DCII dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai agar pelaku pasar bisa mempertimbangkan secara matang terkait informasi investasi.

3. Ada 3 Orang Kaya Baru dari Saham DCII

Ternyata, Anthoni Salim bukanlah satu-satunya orang kaya yang diuntungkan saat saham DCII melesat. Bahkan Salim juga bukan pemegang saham terbesar di perusahaan itu. Di atas Salim ada tiga nama yang menjadi pemegang saham terbesar DCII yakni Otto Toto Sugiri, Marina Budiman dan Han Arming Hanafia.

Per Mei, laporan terbaru menyebutkan Otto masih memegang 712.784.905 atau 29,9%, Maria Budiman 536.505.149 atau 22,51%, Han Arming Hanafia 14,11% atau 336.352.227, dan Anthoni Salim 265.033.461 atau 11,12%.

Otto atau akrab dipanggil Toto menjadi pemegang saham DCII terbesar yang sekaligus sebagai Presiden Direktur DCII. Hingga per Mei 2021, laporan terbaru menyebutkan Toto memegang 712.784.905 atau 29,9%. Dengan harga IPO Rp 420, valuasi awal uangnya hanya Rp 299 miliar.

Namun, setelah saham DCII di level Rp 50.250, maka valuasi Toto melesat menjadi Rp 36 triliun atau setara US$ 2,48 miliar (kurs Rp 14.500), artinya cuannya tembus Rp 35,70 triliun. Belum lagi jika ditambah dengan penjualan sahamnya sebesar 102.270.449 kepada Salim.

Sementara sebelumnya per Maret 2021, Toto Sugiri memiliki saham DCII sebesar 815.055.354 atau 34,19% saham.

Kedua ada, Marina Budiman yang menjabat sebagai Presiden Komisaris DCII. Per Mei, laporan terbaru menyebutkan Maria punya 536.505.149 atau 22,51%. Dengan harga IPO Rp 420/saham, maka valuasi saham Marina mencapai Rp 225 miliar.

Sementara dengan harga saat ini Rp 50.250/saham, maka valuasi sahamnya mencapai Rp 27 triliun atau US$ 1,86 miliar, artinya cuannya mencapai Rp 26,77 triliun.

Ini belum ditambah dengan penjualan saham Marina sebelumnya sebanyak 113.022.511 saham, dari kepemilikan sebelumnya yakni mencapai 649.998.770 atau 27,26% saham DCII.

Ketiga ada, per Mei 2021 dalam laporan terbaru menyebutkan Han Arming memegang 14,11% atau 336.352.227 saham DCII. Valuasi sahamnya di awal-awal ketika harga DCII masih Rp 420 yakni sebesar Rp 141 miliar.

Sementara itu, valuasi saat ini ketika harga DCII Rp 50.250 yakni Rp 17 triliun atau US$ 1,17 miliar, atau cuannya mencapai Rp 16,85 triliun.



Simak Video "Soal Pinjol Ilegal, INDEF Sarankan Bayar Utang Pokoknya Saja"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)