Sepatu Bata Tutup Puluhan Gerai, Karyawan Juga Kena PHK

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 20:15 WIB
Pekerja tengah memproduksi sepatu dan sandal di pabrik PT Sepatu Bata Tbk, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (28/5/2015). Menghadapi tahun ajaran baru bagi siswa sekolah dan jelang bulan Ramadhan, Bata memproduksi sekitar 25.000 pasang per harinya untuk memenuhi kebutuhan pasar di seluruh Indonesia. Selain dipasarkan di Indonesia, produk sepatu dan sandal Bata juga diekpor hampir ke 15 Negara. Agung Pambudhy/Detikcom.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sektor ritel terdampak pandemi COVID-19. Beberapa merek besar banyak yang tutup toko hingga perampingan karyawan.

PT Sepatu Bata Tbk pun menyatakan pihaknya mengalami penurunan penjualan hingga kunjungan toko. Dalam paparan publik, Bata mengumumkan penjualannya turun 51% di tahun 2020. Perusahaan hanya mencatatkan penjualan Rp 459 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 931 miliar.

Direktur Sepatu Bata Hatta Tutuko mengatakan penutupan toko telah dilakukan pihaknya, namun dia mengklaim tidak banyak. Toko-toko yang ditutup ini disebut sudah tidak lagi memberikan keuntungan kepada perusahaan.

"Penutupan toko secara sengaja nggak ada, tapi kalau ada toko tidak profitable ya kita tutup. Tapi tidak ada penutupan besar-besaran," ungkap Hatta dalam paparan publik, Rabu (16/6/2021).

Dia memaparkan hingga bulan Mei 2021, sisa gerai Sepatu Bata di seluruh Indonesia ada 460. Setidaknya, penutupan sudah dilakukan pada 50 toko yang tidak menguntungkan.

Dalam beberapa waktu ke depan, Hatta menyebutkan pihaknya tidak akan membuka toko baru, dan fokus mengembangkan bisnis digital.

"Fokus kita nggak lagi buka toko, tapi digital bisnis, penjualan secara online akan ditingkatkan," kata Hatta.

Pengurangan karyawan pun tak terelakkan, Hatta menjelaskan banyak karyawan yang kontraknya habis tidak diperpanjang oleh perusahaan.

Sepatu Bata juga sempat melakukan perampingan karyawan dengan melakukan PHK, tapi Hatta menjelaskan jumlahnya tak banyak. Sayangnya, dia tak menyebutkan berapa banyak karyawan yang di-PHK, maupun yang tidak diperpanjang kontraknya.

"Dampak dari COVID-19 memang bisnis berkurang, tapi kita nggak besar-besaran PHK. Kalau kontrak habis kami nggak perpanjang, kalaupun ditambah PHK itu tidak besar, itu pun dilakukan sesuai peraturan pemerintah," ungkap Hatta.

Lihat juga video 'Ritel Berguguran, 6 Gerai Giant Dikabarkan akan Tutup':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/ara)