Bambang Brodjonegoro Ditunjuk Jadi Komisaris Perusahaan Luhut

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 13:27 WIB
Kepala staf presiden Moeldoko bersama Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Rhenald Kasali menjadi pembicara dalam diskusi SDM Unggul, Indonesia Maju di Jakarta, Rabu (14/8/2019). Dalam diskusi inj membahas mengenai tantangan Indonesia menyiapkan SDM-nya dalam menghadapi industri 4.0.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Eks Menristek Bambang Brodjonegoro ditunjuk menjadi Komisaris Independen PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Toba Bara Sejahtera Tbk yang sebagian sahamnya juga dimiliki Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Komisaris Independen TBS Energi Utama," kata Bambang saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (18/6/2021).

Sebelumnya, ia juga ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Astra International Tbk. Ia juga duduk di kursi Komisaris Utama Bukalapak dan PT Telkom Indonesia(Persero) Tbk.

Ditanya soal pembagian waktu menjadi komisaris di empat perusahaan sekaligus, ia mengaku sudah terbiasa melakukan banyak peran semenjak jadi menteri.

"Sudah terbiasa multitasking kok selama jadi menteri," tuturnya.

Sebagai informasi, PT TBS Energi Utama Tbk beroperasi sejak 2007 dengan nama PT Buana Persada Gemilang. Perseroan menyelenggarakan Penawaran Umum Perdana dengan jumlah saham sebesar 210.681.000 lembar, senilai Rp1.900 per saham.

Pada 6 Juli 2012, Perseroan resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan terbuka dengan jumlah saham sebesar 2.012.491.000 lembar dengan kode saham TOBA.

Highland Strategic Holdings Pte. Ltd. (HSH) adalah pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan 61,79%. Kemudian Bintang Bara BV (BB) adalah pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan 10%.

Selanjutnya, PT Toba Sejahtra (TS) adalah pemegang 10% saham perseroan dan PT Sinergi Sukses Utama (SSU) adalah pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan 5,1 %.

(ara/ara)