Kasus Corona Makin Parah, IHSG Ditutup Anjlok 1% Lebih

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 15:07 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka melemah 2 poin (0,05%) ke level 6.065. IHSG terus merah hingga penutupan perdagangan.

Melansir data perdagangan RTI, Jumat (17/6/2021), pada pra perdagangan IHSG dibuka di level 6.063, turun 15 poin (0,25%). Sedangkan LQ45 turun 5 poin (0,57%) ke 890.

Pada pukul 09.05 WIB pelemahan IHSG berlanjut dengan turun 5 poin (0,64%) ke level 6.062.

Kondisi IHSG terus terpuruk hingga perdagangan sesi pertama ditutup. IHSG turun ke level 5.000 atau anjlok hingga 1% lebih.

Pada sesi kedua, IHSG belum banyak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. IHSG harus betah hingga perdagangan hari ini ditutup di level 6.007 atau anjlok 1,01%.

Berdasarkan riset Artha Sekuritas, pergerakan akan masih akan dipengaruhi kenaikan kasus COVID-19 dari dalam negeri. Pergerakan diperkirakan terbatas ditopang oleh pernyataan Bank Indonesia yang meyakini Tapering Off dari Amerika Serikat baru akan terjadi pada awal tahun 2022.

Sementara bursa saham Amerika Serikat (AS) justru ditutup menguat. Wall Street terus menguat hingga mendekati rekor tertingginya pada perdagangan Selasa waktu setempat.

Para investor tengah menantikan pernyataan dari Federal Reserve tentang apakah lonjakan inflasi baru-baru ini akan mendorong pengurangan kebijakan moneter yang lebih cepat dari perkiraan.

Indeks S&P 500, Dow Jones (.DJI) dan indeks saham-saham teknologi yang berfokus Nasdaq masing-masing telah naik 13,3%, 12,3% dan 10% sepanjang tahun ini.

Bursa Asia dibuka bervariasi. Berikut pergerakan bursa Asia pagi ini:

Indeks Nikkei melemah 68 poin ke level 29.372
Indeks Hang Seng turun 10 poin ke level 28.628
Indeks Shanghai menguat 2 poin ke level 3.559
Indeks Straits Times turun 16 poin ke level 3.158

(fdl/fdl)