Garap Tol Cisumdawu-Pegadaian Tower, PTPP Dapat Kontrak Baru Rp 6,7 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 21:45 WIB
Pembangunan proyek Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) terus dikebut, Rabu (19/5/2021).
Foto: Wisma Putra Tol Cisumdawu
Jakarta -

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali melaporkan perolehan proyek baru hingga Mei 2021. Tercatat BUMN ini sudah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 6,7 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut terdiri dari induk perusahaan sebesar 60,85% atau Rp 4,08 triliun dan anak perusahaan sebesar 39,15% atau Rp 2,62 triliun.

Adapun perolehan kontrak baru yang berhasil diraih oleh PTPP sampai dengan akhir Mei tersebut, antara lain pembangunan proyek Junction Dawuan Tol Cisumdawu sebesar Rp 825 miliar, Pegadaian Tower Rp 594 miliar, Jalan KIT Batang Paket 1.4 Rp 350 miliar, Infrastruktur Kawasan Mandalika Rp 342 miliar, RSUD Banten Rp 241 miliar, Taman Ismail Marzuki Rp 190 miliar.

Lalu, Jembatan Bogeg & Fly Over KA Bogeg Banten Rp 180 miliar, Rehab Jaringan Irigasi Rawa Kuala Kapuas Rp 178 miliar, LIPI Bandung Rp 172 miliar, RSIA Grha Waron Surabaya Rp 164 miliar, VO SGAR Mempawah (Inner Route) Rp 164 miliar, dsb.

"PTPP masih terus mengejar perolehan kontrak baru di tahun ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Di bulan Mei 2021, PTPP telah dipercaya untuk mengerjakan proyek pembangunan Junction Dawuan Tol Cisumdawu, Jalan KIT Batang Paket 1.4, Daerah Irigasi Wawotobi, RSUD Krian, dan RSUD Batang I," kata Corporate Secretary Perseroan Yuyus Juarsa, Jumat (18/6/2021).

Perolehan kontrak baru tersebut terbagi berdasarkan beberapa kepemilikan (owner). Proyek dari pemerintah sebesar Rp 1,90 triliun atau setara 28,34%, BUMN sebesar Rp 1 triliun atau setara 15,32%, dan swasta sebesar Rp 3,78 triliun atau setara 56,34%.

Sedangkan perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan terdiri dari jalan dan jembatan sebesar 53,74%, gedung sebesar 32,78%, industri sebesar 5,26%, irigasi sebesar 4,99%, airport sebesar 1,36%, minyak & gas sebesar 1,17%, dan power plant sebesar 0,70%.

"Sementara itu, PTPP juga mulai memasuki area pertambangan melalui anak usahanya, yaitu PT PP Presisi Tbk. Di mana hal tersebut merupakan salah satu bentuk pengembangan new market perusahaan," tutupnya.

(das/das)