Perusahaan Jasa Internet Mulai Lirik Pasar Modal

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 22 Jun 2021 19:26 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham di bursa Jepang. Mata uang yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Para investor juga menanti hasil minutes dari the Fed yang akan dirilis hari ini. IHSG hari  diperkirakan bergerak di kisaran 4.4534.545, Rabu (18/11/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Para perusahaan jasa internet sepertinya mulai tertarik dengan pasar modal. Pasar modal bisa menjadi alternatif mencari pendanaan.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai perkembangan internet saat ini setidaknya harus memberikan banyak peluang bagi perusahaan Internet Service Provider (ISP).

Ketua Bidang Koordinasi dan Pengembangan Wilayah APJII Zulfadly Syam mengatakan salah satu peluang itu adalah masuknya ISP-ISP ke bursa. Masuknya perusahaan ke bursa saham merupakan satu di antara banyak indikator sebuah usaha yang bisa dipercaya oleh publik.

"Tetapi, untuk bisa masuk ke bursa saham parameternya itu kan banyak," ungkap Zul, Selasa (22/6/2021).

Menurut pandangan Zul, pada dasarnya ada beberapa ISP yang mungkin sudah sangat siap untuk masuk bursa saham. Hanya saja kemungkinan belum membuka diri untuk go public lantaran banyak pertimbangan lain dari sisi perusahaan.

"Yang ingin saya soroti adalah dengan mempersiapkan diri ke bursa saham, kita berupaya untuk menata perusahaan agar mampu dipercaya oleh masyarakat luas. Apabila penataan perusahaan semakin baik, jumlah pelanggan meningkat, serta layanan semakin berkualitas, maka keuntungan bagi perusahaan juga akan semakin baik. Go public adalah salah satu parameter," jelas calon ketum APJII periode 2021-2024 itu.

Oleh sebab itu dirinya ingin memberikan solusi dengan menghadirkan konsultan guna membantu banyak perusahaan ISP menyiapkan diri untuk melantai di pasar modal.

"Nantinya bisa berupa pendampingan seperti workshop-workshop. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga ke daerah-daerah. Intinya memberikan gambaran bagaimana mengelola sebuah perusahaan agar bisa dipercaya publik," terang Zul yang pernah ditunjuk sebagai IANA Numbering Service Review Committee 2019-2020.

Dengan adanya pendampingan ini, Zul berharap akan mendapatkan sebuah data tentang kondisi ISP yang ada di Indonesia.

Sekadar informasi hingga 16 Juni 2021, terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham PT Bursa Efek Indonesia. Rincian sektornya adalah sebagai berikut:

1 Perusahaan dari sektor Basic Materials;
4 Perusahaan dari sektor Industrials;
1 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistics;
3 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals;
2 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;
1 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate;
3 Perusahaan dari sektor Technology;
2 Perusahaan dari sektor Healthcare;
3 Perusahaan dari sektor Energy;
3 Perusahaan dari sektor Financials.

(das/ara)