BUMI Raup Pendapatan US$ 191,25 Juta Kuartal I-2021

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 30 Jun 2021 23:25 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat pendapatan US$ 191,254 juta pada kuartal I-2021. Pencapaian itu turun dibandingkan periode yang sama 2020 yang senilai US$ 257,34 juta.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/6/2021), berkat perolehan pendapatan itu perusahaan mencatatkan laba usaha senilai US$ 12,44 juta, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar US$ 2,02 juta.

Sementara dari sisi total aset BUMI tercatat US$ 3,41 miliar dan dari sisi liabilitas pada kuartal I-2021 tercatat US$ 3,29 miliar. Hal itu membuat BUMI mengalami kerugian tahun berjalan US$ 10,02 juta pada kuartal I-2021, meskipun angkanya menurun 70% dibandingkan kuartal I-2020 yang senilai US$ 34,85 juta.

Mengutip keterangan tertulis BUMI, Pada kuartal I-2021 produksi BUMI menurun 7% menjadi 19,3 MT dibanding 20,8 MT pada periode yang sama di tahun 2020. Meski begitu, harga jual rata-rata meningkat 8% dari US$ 49,0/t di kuartal I-2020 menjadi US$ 53,1/t di kuartal I-2021.

Peningkatan itu sejalan dengan pemulihan harga batu bara global dan tren bullish saat ini yang dipicu oleh ketidakseimbangan pasokan dan telah membawa harga batu bara ke level tertinggi dalam 10 tahun.

"BUMI selalu memastikan yang terbaik untuk menjaga produksi mendekati normal dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan semua pekerja di tengah pandemi COVID-19," kata bunyi keterangan tertulis BUMI, dikutip Rabu (30/6/2021).

Pembayaran sebesar US$ 341,7 juta atas utang pokok dan bunga Tranche A telah dibayarkan hingga saat ini. Dengan membaiknya sektor batu bara dan tren kenaikan harga batu bara yang dinilai masih berlanjut pada kuartal II-2021, BUMI berharap dapat meningkatkan kinerjanya secara signifikan di tahun 2021, meskipun pandemi COVID-19 di Indonesia masih mempengaruhi pemulihan ekonomi.

(aid/hns)