PPKM Mikro Darurat Mau Diterapkan, IHSG Apa Kabar?

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 11:00 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Untuk menekan laju penularan COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah akan menerapkan PPKM Mikro Darurat. Kebijakan ini untuk semakin memperketat aktivitas masyarakat demi menekan penularan virus Corona.

Dengan semakin diperketatnya ruang gerak masyarakat, tentu akan kembali menjadi beban pada aktivitas ekonomi. Lalu seberapa besar dampaknya untuk pasar modal?

SVP Research Kanaka Hita Solvera, Janson Nasrial menilai kebijakan pengetatan yang sebelumnya sudah diterapkan oleh pemerintah terbukti kurang dipatuhi masyarakat.

"Untuk WFH 75% sudah lama diterapkan, namun implementasi di lapangan banyak yang tidak patuh, tinggal enforcement saja dari pemda atau pusat di lapangan," ucapnya saat dihubungi detikcom, Kamis (1/7/2021).

Menurutnya penerapan PPKM Mikro Darurat hanya sedikit peningkatan dari pembatasan-pembatasan sebelumnya. Oleh karena itu Janson menilai pasar sudah akan menduganya, sehingga dampaknya akan sangat kecil.

"Restoran dan mal hanya jamnya yang dibatasi, tutup lebih awal tiga jam dari sebelumnya. Oke lah ada sedikit improvement mungkin karena pemerintah tidak punya ample resources untuk full lockdown. So far dampaknya ke market mute alias sudah diduga oleh market. Dengan PPKM yang baru alias ndak begitu banyak perubahan," tambahnya.

Janson memprediksi IHSG masih akan berada pada jalurnya dan bergerak dalam rentang 6.050-6.075 saat PPKM Darurat diterapkan.

Sementara Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan dalam analisisnya, pergerakan IHSG belakangan ini masih dibayangi kekhawatiran kasus COVID-19 yang berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi.

"Jumlah kasus baru COVID-19 di Indonesia masih berada di 21.800 kasus per hari," ucapnya.

Untuk hari ini dia memprediksi IHSG akan melemah dengan rentang support 5.953-5.921 dan resistance 6.043-6.014

"Pergerakan masih akan dibayangi kekhawatiran di mana kasus harian COVID-19 di dalam negeri kembali naik signifikan. Pemerintah telah merencanakan pengetatan PPKM Mikro yang diyakini akan memperlambat pemulihan ekonomi," tutupnya.

Lihat juga Video: Sri Mulyani: Rupiah Cenderung Stabil-IHSG Tembus 6.000

[Gambas:Video 20detik]



(das/ara)