Jual Lahan ke Perusahaan Malaysia, Sentul City Selamat dari Kerugian

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 17:24 WIB
Sentul City
Foto: Sentul City (istimewa)
Jakarta -

PT Sentul City Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 239 miliar pada kuartal I-2021. Kondisi itu berbanding terbalik dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mana perusahaan mengalami kerugian Rp 190 miliar.

Presiden Direktur Sentul City Tjetje Mulyanto mengatakan, perolehan laba bersih itu ditopang oleh lonjakan pendapatan menjadi Rp 463 miliar atau tumbuh empat kali lipat dibandingkan pendapatan pada kuartal I-2020.

"Kinerja keuangan perseroan pada kuartal 1 tahun ini merupakan perbaikan yang signifikan dibandingkan kinerja Perseroan di tahun 2020 dimana Perseroan membukukan kerugian sebesar Rp 190 miliar pada kuartal 1 tahun 2020," terangnya dalam keterangan resmi perusahaan, Kamis (1/7/2021).

Perusahaan juga terdampak pandemi COVID-19 yang membuat daya beli masyarakat menurun. Tjetje mengatakan salah satu strategi yang dilakukan perusahaan adalah melakukan penghematan biaya dan menjual aset strategis.

"Kami telah berhasil menjalankan langkah-langkah perbaikan kinerja seperti penghematan biaya dan penjualan aset strategis sehingga pendapatan perseroan di kuartal I-2021 sebesar Rp 463 miliar sudah melampaui total penjualan keseluruhan tahun 2020 sebesar Rp 452 miliar," terangnya.

Sebelumnya Sentul City memang telah menyelesaikan transaksi jual beli lahan dengan PT Genting Properti Nusantara dan PT Genting Properti Cemerlang yang merupakan anak perusahaan dari Genting Property Sdn Bhd, salah satu developer ternama di Malaysia.

"Transaksi lahan ini adalah salah satu pemicu kinerja positif perseroan pada kuartal I tahun 2021. Lahan tersebut adalah lokasi proyek perdana Genting Property di Jabodetabek yang bertema lifestyle dan akan mendukung pertumbuhan pendapatan jangka panjang perseroan dengan meningkatnya daya tarik Sentul City sebagai Eco City yang memadukan alam dengan gaya hidup modern," tambah Tjetje.

Tjetje yakin, torehan ini menjadi titik balik dari keterpurukan yang dialami perusahaan. Seperti diketahui pada 2020 Sentul City mengalami kerugian yang cukup besar yakni Rp 556 miliar sepanjang tahun 2020 sebagai dampak dari pandemi COVID-19.

"Investasi Genting ini adalah bukti kepercayaan investor mancanegara pada peluang bisnis di Sentul City yang dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," tambahnya

Sementara itu perseroan juga telah berhasil merestrukturisasi utangnya yang semula utang jangka pendek dan menengah menjadi utang jangka panjang sesuai putusan PKPU yang disetujui oleh Majelis Hakim PKPU di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada tanggal 15 Maret 2021.

(das/ara)