Jadi Unicorn Pertama yang IPO, Begini Prospek Saham Bukalapak

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 09 Jul 2021 19:36 WIB
bukalapak
Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengungkapkan saham Bukalapak memiliki prospek yang menarik untuk jangka panjang meskipun perusahaan masih rugi.

"Tapi tren kerugiannya itu turun, artinya ada prospek untuk bisa mencatatkan laba," jelas dia.

Dia menjelaskan jika dilihat rasio PBV-nya dengan asumsi harga Rp 750-850 berada di di 3,7-4,2x, tapi jika dibandingkan rata-rata industrinya masih di bawah, yaitu 8,6x.

Kemudian untuk jangka pendek terutama untuk awal pencatatan saham, Sukarno menyebut, tak akan terlalu agresif untuk naik, karena total emisi yang besar.

"Biasanya akan sulit untuk menguat di awal-awal untuk emisi sebesar itu, kecuali market maker-nya ikut andil," jelas dia.

Dikutip dari prospektus ringkas, Bukalapak menargetkan bisa meraup dana hingga Rp 21,9 triliun. Bukalapak akan melepas 25.765.504.851 lembar saham biasa atas nama yang seluruhnya merupakan saham baru.

Saham ini dikeluarkan dari portofolio Bukalapak dengan nominal Rp 50. Ini artinya ada 25% saham Bukalapak yang dilepas ke publik dalam IPO.

Penawaran awal akan dilakukan 9-19 Juli 2021 kemudian tanggal efektif pelaksanaan IPO ditetapkan 26 Juli 2021. Selanjutnya masa penawaran umum perdana saham dilakukan pada 28-30 Juli 2021.


(kil/ara)