Vaksin Berbayar Batal, Saham Kimia Farma Anjlok 5%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 19 Jul 2021 10:37 WIB
Munculnya pilihan vaksin COVID-19 berbayar menuai kontroversi di kalangan masyarakat. PT Kimia Farma TBK pun kemudian menunda pelaksanaan vaksinasi berbayar.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Rencana penjualan vaksin COVID-19 berbayar akhirnya dibatalkan. Pemerintah menyebut jika pembatalan vaksin berbayar karena mendengarkan masukkan dari masyarakat.

Pembatalan ini dilakukan pada akhir pekan lalu yaitu Jumat, 16 Juli 2021. Pihak PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sudah menyampaikan jika mereka mengikuti keputusan pemerintah. Vaksinasi gotong royong tetap berjalan melalui mekanisme Badan Hukum/Badan Usaha.

Hari ini saham KAEF berada di posisi Rp 3.210 anjlok 5,87% atau berkurang 200 poin dari posisi penutupan sebelumnya Rp 3.410. Di level itu saham Kimia Farma sudah ditransaksikan sebanyak 10,38 juta lembar dengan nilai Rp 33,62 miliar dan frekuensi transaksi 5.126 kali.

Pada Jumat lalu saham Kimia Farma tercatat di posisi Rp 3.410 turun 20 poin atau minus 0,58% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Volume transaksi mencapai 7,83 juta lembar dengan frekuensi 4.143 kali dan nilai transaksi Rp 26,79 miliar.

Sebelumnya Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan pembatalan rencana vaksin berbayar.

"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut," katanya.

Dia mengatakan, semua vaksin tetap disalurkan dengan gratis seperti yang disampaikan Presiden Jokowi sebelumnya.

"Sehingga semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan Bapak Presiden sebelumnya," katanya.

(kil/ara)