Bagaimana Bedakan Saham 'Bermasalah' yang Masuk Daftar BEI? Ini Caranya

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 19 Jul 2021 16:05 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Saham-saham perusahaan terbuka (Tbk) yang kondisinya sedang tidak baik-baik saja ditandai oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Mereka dimasukkan ke Daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus. Bagaimana cara membedakannya?

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, pada penerapan awal ini papan pencatatan saham yang masuk ke dalam daftar pemantauan khusus masih mengikuti papan pencatatan terakhir di mana perusahaan tersebut tercatat, dan mekanisme perdagangannya juga masih menggunakan mekanisme yang sama, yaitu continuous option seperti yang berlaku selama ini.

"Nah di mana perbedaannya? Jadi, selain dia dikelompokkan dalam daftar efek dalam pemantauan khusus, perbedaan pertama adalah pada aspek parameter pengawasan transaksinya, yaitu pada batasan auto rejection dengan batas atas dan batas bawah harganya itu ditetapkan sama yaitu hanya sebesar 10%," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (19/7/2021).

Namun, seperti diketahui pada masa pandemi COVID-19 ini saham yang tercatat di papan utama dan papan pengembangan tetap akan memiliki batasan auto rejection sebesar 10% untuk batas atas, tetapi untuk batas bawahnya sementara dibatasi maksimum 7%.

Sementara untuk saham yang masuk ke papan akselerasi tetap mengikuti acuan perdagangan seperti peraturan nomor II-V yaitu tentang perdagangan efek bersifat ekuitas pada papan akselerasi.

"Nah saham-saham tersebut juga tetap akan diperhitungkan dan masih menjadi konstituen dalam perhitungan indeks yang selama ini mereka tercatat. Jadi, semuanya tidak dikecualikan tetapi tetap akan ikut mempengaruhi perhitungan indeksnya masing-masing," paparnya.

"Sebagai informasi kepada para investor dan stakeholders lainnya, saham yang masuk ke dalam daftar efek dalam pemantauan khusus ini, itu akan mendapatkan notasi khusus yang baru, yaitu x besar yang akan disampaikan pada Remarks2 di kolom ke 30. Ini sebagai penanda khusus lainnya bahwa saham tersebut masuk ke dalam kriteria efek dalam pemantauan khusus tadi," sambung Hasan.

BEI akan terus menyempurnakan implementasi daftar efek dalam pemantauan khusus dengan papan perdagangan terpisah. Harapannya tahun depan dapat mulai diimplementasikan.

"Nanti kami akan menyediakan papannya, papan pencatatan yang memang nanti akan secara khusus kita sebut papan pemantauan khusus," sebutnya.

Kemudian, nantinya mekanisme perdagangannya sendiri juga tidak dilakukan seperti pasar reguler yang ada saat ini, yaitu continuous option, tapi untuk efek yang tergolong dalam papan pemantauan khusus akan diterapkan periodic call option.

"Diharapkan penciptaan atau price discovery/penciptaan harga di pasar tersebut akan lebih mencerminkan kewajaran harga sesungguhnya," tambahnya.

(toy/ara)