ASDP Mau IPO Tahun Depan, Siapin Duit!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 17:09 WIB
PT Angkutan Sungai Danau dan Perairan (ASDP) Indonesia Ferry memberlakukan tiket online bagi para pengguna jasa pelayaran di 4 Pelabuhan utama. Salah satunya Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun 2022. Langkah tersebut ditempuh untuk mendorong kinerja perusahaan pelat merah di sektor penyeberangan tersebut.

"Kondisi pemulihan pada masa resesi ini merupakan momentum yang dapat dimanfaatkan oleh ASDP untuk melakukan investasi pengembangan bisnis. Hal ini berdasarkan pengalaman saat resesi tahun 2008 terhadap perusahaan yang dapat memanfaatkan momentum pemulihan (recovery), dapat menjadi champion di industri. Karena itu, rencana IPO tahun 2022 merupakan langkah lanjutan bagi ASDP untuk menjadi salah satu pemenang dalam industri bisnis di Indonesia," kata Direktur Keuangan IT dan Manajemen Risiko ASDP, Djunia Satriawan dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

Dia menjelaskan, kinerja perusahaan diperkirakan terus tumbuh dengan IPO. Hal ini ditunjukkan oleh proyeksi pendapatan ASDP sebesar Rp 5 triliun pada tahun 2024, net profit sebesar Rp 607 miliar , nilai asset sebesar Rp 13,6 triliun dan ekuitas sebesar Rp 12,4 triliun pada tahun 2024.

Adapun rencana investasi ASDP dan anak usaha mencapai Rp 6,5 triliun yang diproyeksikan akan didanai sebagian besar oleh dana publik melalui IPO dan penerbitan instrumen keuangan lainnya.

Sementara, Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan, pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap kinerja ASDP dengan menurunnya produksi penumpang dan kendaraan penumpang. Ia mengatakan, hanya layanan sektor logistik yang relatif stabil selama masa pandemi COVID-19 ini. Hal ini dikarenakan layanan angkutan barang tetap beroperasi penuh sejak awal, demi tetap menjaga pasokan barang di daerah.

Berdasarkan data produksi penyeberangan semester I-2021, ASDP mencatat telah melayani sebanyak 1,83 juta penumpang yang tercapai 66% dari target RKAP 2021 sebanyak 2,75 juta atau turun 9% dari realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak 2 juta penumpang.

Diikuti kendaraan roda dua dan tiga sebanyak 1 juta unit yang tercapai 80% dari target RKAP 2021 sebanyak 1,27 juta atau turun 9% bila dibandingkan realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak 1,26 juta unit. Lalu, kendaraan roda empat/lebih sebanyak 1,18 juta yang tercapai 99% dari target RKAP 2021 sebanyak 1,19 juta unit dan naik 23% dibandingkan realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak 960 ribu unit.

Sedangkan untuk barang, ASDP berhasil mengangkut hingga 465 ribu ton yang tercapai 82% dari target RKAP 2021 sebanyak 565 ribu ton barang dan naik 18% dari realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak 395 ribu ton.

"Pada semester I-2021, ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,69 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 91% dari target RKAP 2021 sebesar Rp 1,86 triliun dan naik 18,4% dari realisasi semester I-2020 sebesar 1,43 triliun. Selanjutnya, ASDP berhasil membukukan laba sebesar Rp 147 miliar atau mencapai 456,8% dari target RKAP 2021 sebesar Rp 32 miliar dan mencapai 282, 5 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yang minus sebesar Rp 80,5 miliar," papar Ira.



Simak Video "Pelabuhan Ditutup Saat Nyepi, Kondisi ASDP Ketapang Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)