Semester I-2021, Rugi Bakrie & Brothers Susut Jadi Rp 43 M

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 01 Agu 2021 23:08 WIB
Gedung Bakrie Tower berlokasi di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan - Jakarta merupakan gedung perkantoran yang dibangun setinggi 48 lantai dengan basement sedalam 4 lantai. Gedung ini dibangun menggunakan teknologi bekisting Caplock Turkey, dan Core Wall system Climbing. Kolom miring yang berbalik arah setiap 17 lantai merupakan keunikan bangunan ini. File/detikFoto.
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) masih belum bisa keluar dari derita kerugian. Meski begitu perusahaan berhasil memperkecil kerugian.

Hingga semester I-2021 BNBR mencatat rugi bersih sebesar Rp 43 miliar. Angka itu turun drastis jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana tercatat rugi bersih sebesar Rp 121 miliar lebih.

Presiden Direktur BNBR Anindya Bakrie mengatakan bahwa pilihan sektor bisnis yang ditekuni selama ini telah terbukti mampu membawa BNBR melewati berbagai macam krisis dan tantangan.

"Alhamdulillah, hingga saat ini kami bisa terus menjaga pertumbuhan perusahaan dan melewati pasang-surutnya dunia usaha, berbekal resiliensi dari sektor-sektor usaha yang kami miliki," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/8/2021).

Anindya mengakui, pandemi yang berkepanjangan ini memang berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. Namun, secara bertahap perusahaan dapat membalik kinerja negatif tersebut.

"Dapat dilihat dari laporan keuangan tengah tahun 2021 yang baru saja kami terbitkan, upaya-upaya efisiensi di berbagai sektor yang kami lakukan sepanjang tahun telah membuahkan hasil yang menggembirakan," ujarnya.

"Dalam menjalankan efisiensi perusahaan, beberapa cara kami tempuh termasuk langkah-langkah penghematan, penurunan biaya-biaya, hingga penjadwalan ulang pembayaran kewajiban," tambahnya

Sementara itu, pendapatan perusahaan sepanjang setengah tahun di 2021 ini berada di angka Rp 1,038 triliun, turun sekitar 21% dibanding tahun lalu. Sejalan dengan itu, secara proporsional COGS juga mengalami penurunan sebesar 21%.

Selain mengendalikan COGS, BNBR juga berhasil melakukan efisiensi sebesar 27% pada beban usaha dibanding periode yang sama tahun lalu, yang menjadi indikasi positif atas upaya efisiensi yang dilakukan oleh Bakrie & Brothers.

"Selama ini, salah satu pilar penting dalam portofolio kami adalah industri manufaktur. Hampir 80 tahun lamanya, atau sepanjang grup usaha kami berdiri, sektor ini menjadi andalan," terangnta.

Belakangan BNBR mengerjakan proyek-proyek infrastruktur yang turut menjadi sumber pertumbuhan perusahaan, namun kemajuan teknologi dan kondisi pasar yang berubah cepat membuat Bakrie & Brothers kembali menyiapkan manuver baru.

"Kini tiba saatnya bagi kami untuk melangkah lebih maju lagi. Target utama seluruh pelaku usaha di dunia kini mengikuti apa yang tertuang di dalam Sustainable Development Goals (SDG). Kita juga melihat bagaimana teknologi digital telah menjadi arus utama bisnis di seluruh dunia. Karenanya, BNBR turut berkomitmen untuk mengembangkan sektor sustainable energy dan digital business sebagai bagian dari strategi bisnis di masa depan," tuturnya.

(das/dna)