Investor Ritel BUKA Ngamuk di Playstore Sampai Obral Saham di Bukalapak

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 10 Agu 2021 18:30 WIB
Rencana IPO Bukalapak
Foto: Rencana IPO Bukalapak (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Para investor ritel yang membeli saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sepertinya sangat kecewa dengan pergerakan sahamnya. Mereka menunjukkan kekecewaannya dengan berbagai hal, salah satunya menjual saham BUKA di situ e-commerce itu sendiri.

Mengutip CNBC Indonesia, Selasa (10/8/2021) ada sebuah lapak atas nama Putri Rahmawati asal Bekasi, Jawa Barat yang menjual saham BUKA dengan harga Rp 1.000 per lembar. Harga itu tentu di bawah harga pasar saham BUKA saat ini.

"Gapapa, cutloss yang penting bisa kejual, ada 7 juta lot coba, sedih," tuturnya di deskripsi penjualan di laman Bukalapak.com.

Namun detikcom mencoba untuk mencari lapak itu ternyata sudah tidak bisa ditemukan.

Sebagaimana diketahui, situs jual beli bukanlah tempat untuk jual beli saham. Transaski saham hanya bisa dilakukan melalui perusahaan sekuritas.

Oleh sebab itu, di laman Bukalapak.com disebutkan bahwa penjualan saham tersebut melanggar. "Pelapak melakukan pelanggaran," tulis deskripsi di laman tersebut.

Para investor ritel juga terlihat murka dan menunjukkannya di Playstore. Mereka memberikan rating bintang 1 ke aplikasi Bukalapak dan memberikan komentar pedas terkait kinerja saham BUKA hari ini.

Hari ini saham BUKA turun hingga menyentuh level auto reject bawah (ARB) setelah pada hari pertama IPO sudah naik sampai mentok.

Melansir data RTI, saham BUKA hari ini tercatat berkurang 75 poin atau turun 6,76% ke level Rp 1.035. Saham BUKA sudah turun hingga level ARB tak lama sejak pembukaan pagi tadi.

Hari ini saham BUKA berpindah tangan sebanya 994,51 juta lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 67.464 kali. Nilai transaksi saham BUKA hari ini mencapai Rp 1,05 triliun.

Sebelumnya pada hari pertama perdagangannya, BUKA mengalami auto rejection atas (ARA) dengan naik 25%. Otoritas BEI menetapkan saham dengan rentang harga lebih dari Rp 200 sampai dengan Rp 5.000 akan auto rejection jika harga sahamnya naik lebih dari 25% atau turun lebih dari 10%

Tonton juga Video: Microsoft Akan Genjot Bukalapak Rp 1,46 T

[Gambas:Video 20detik]



(das/dna)