Saham Bukalapak Terbang Lagi, Begini Caranya Kalau Mau Beli

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 13 Agu 2021 13:09 WIB
Ilustrasi Bukalapak
Ilustrasi/Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Nilai harga saham Bukalapak hari ini kembali terbang setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) 7%. Saham berkode BUKA ini sempat turun cukup dalam dalam dua hari berturut-turut.

Mengutip data RTI, Jumat (13/8/2021), pagi ini saham BUKA masih dibuka di zona merah. Nilai saham ini sempat turun hingga 5,18% ke posisi Rp 915 sekitar 30 menit setelah pembukaan.

Namun setelah itu saham BUKA akhirnya memantul dan masuk ke zona hijau. Hingga siang ini, saham BUKA tercatat naik 30 poin atau 3,11% ke posisi Rp 995.

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa saat ini nilai harga saham Bukalapak telah kembali menguat setelah diserang badai selama dua hari berturut-turut.

Lalu bagaimana caranya untuk punya saham berkode BUKA ini? Pemesanan saham Bukalapak dilakukan dengan cara khusus yang berbeda dari penawaran umum sebelumnya.

Pertama, investor wajib memiliki SID, SRE dan RDN. Apabila belum memiliki maka segera hubungi PIC Perusahaan Efek di mana investor membuka Sub Rekening Efek.

Perusahaan efek akan membantu investor melakukan pernyataan minat pembelian saham Bukalapak.

"Penyampaian minat pembelian atau pembelian saham Bukalapak hanya dapat dilakukan di Perusahaan Efek di mana investor membuka Sub Rekening Efeknya," tulis pengumuman tersebut, Jumat (9/7/2021).

Caranya unduh Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) lalu isi data dengan lengkap. Selanjutnya email FPPS ke perusahaan efek di tempat investor membuka SRE.

Selanjutnya calon investor bisa melengkapi FPPS dan bubuhkan tanda tangan, kemudian masukkan dana ke RDN pesanan. Jika dana belum berstatus Good Fund maka pesanan belum dapat diproses.

Pesanan yang disampaikan melalui tata cara ini adalah untuk pemesanan saham dengan Penjatahan Terpusat atau Pooling. Jika terjadi kelebihan pemesanan maka akan dijatahkan dan sisa pembayaran akan dikembalikan.

Kemudian perusahaan efek akan mengirimkan data pemesanan saham ke Biro Administrasi Efek (PT Datindo Entrycom) pada periode penawaran umum.

"Investor hanya dapat melakukan pemesanan pembelian saham satu kali saja. Biro Administrasi Efek akan mendata pesanan investor dan melakukan penjatahan," jelasnya.

Jika anda melakukan pemesanan lebih dari satu kali atau melalui lebih dari satu Perusahaan Efek maka akan teridentifikasi melalui SID dan hanya satu pesanan yang dapat diikutsertakan dalam proses penjatahan.

Lihat juga video 'Microsoft Akan Genjot Bukalapak Rp 1,46 T':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)