Saham-saham Teknologi China Berguguran Cuma Gara-gara Hal Ini

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 17 Agu 2021 20:22 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Regulator pasar China mengeluarkan rancangan aturan baru. Tujuannya untuk menghentikan persaingan tidak sehat di internet, karena Pemerintah China terus melakukan tindakan keras terhadap sektor teknologi negara itu.

Melansir CNBC, Selasa (17/8/2021) aturan yang diterbitkan oleh State Administration for Market Regulation (SAMR) itu mencakup berbagai bidang mulai dari larangan tentang cara perusahaan dapat menggunakan data hingga menghapus ulasan produk palsu.

Kebijakan itu akhirnya berdampak pada saham teknologi China yang terdaftar di pasar modal Hong Kong turun tajam. Misalnya saham perusahaan raksasa game Tencent turun 3,5% di akhir perdagangan pagi, sementara raksasa e-commerce Alibaba turun 2,5%.

Aturan terbaru SAMR sendiri merupakan lanjutan dari serangan regulasi Beijing terhadap raksasa teknologi China.

Berikut adalah beberapa aturan utama lainnya yang diuraikan:

- Operator tidak boleh memberikan data palsu, seperti jumlah klik pada suatu konten.

- Operator tidak boleh menyembunyikan ulasan negatif dan hanya mempromosikan ulasan positif.

- Platform internet tidak boleh menggunakan data, algoritme, dan sarana teknis lainnya untuk memengaruhi pilihan pengguna, atau metode lain untuk melakukan apa yang disebut pembajakan lalu lintas. Di sinilah perusahaan mencari untuk mengarahkan pengguna ke situs web atau layanan mereka sendiri saat mereka menjelajahi yang lain.

- Operator tidak boleh menggunakan data dan algoritme untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi perdagangan pesaing.

SAMR mengatakan dapat mempekerjakan lembaga pihak ketiga untuk mengaudit data jika operator melanggar aturan tersebut

Regulator sedang mencari opini publik tentang aturan baru hingga 15 September. Aturan itu belum berlaku. Namun, rancangan aturan SAMR menyoroti dorongan regulator pasar untuk memperketat undang-undang seputar antimonopoli dan persaingan. Awal tahun ini, otoritas tersebut mengumumkan pedoman antimonopoli untuk apa yang disebut ekonomi platform.



Simak Video "Unik, Pemuda Sultra Menikah dengan Mahar Saham"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)