Saham Bukalapak Turun di Bawah Harga IPO, Jadi Warning Buat IPO GoTo Cs?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 18 Agu 2021 12:24 WIB
Rencana IPO Bukalapak
Foto: Rencana IPO Bukalapak (Denny Pratama/detikcom)

Reza menilai penurunan saham BUKA merupakan hal yang wajar. Sebab memang banyak emiten baru yang harganya naik tinggi di hari-hari pertama IPO, kemudian turun drastis beberapa hari setelahnya karena adanya aksi profit taking.

"Nah kapan berbalik arahnya tergantung dari persepsi pasar, Kemudian dari Bukalapak sendiri ada berita apa yang bisa membuat harga sahamnya mengalami kenaikan," ucapnya.

Untuk fundamental keuangan Bukalapak sendiri yang masih rugi, Reza menilai itu juga hal yang wajar. Banyak perusahaan sejenis yang memang memiliki beban yang besar.

"Kalau rugi saya pikir wajar, kan perusahaan seperti itu banyak keluar untuk opex (operating expenditure), marketing, dan sebagainya. Jadi wajar rugi, apalagi mereka banyak subsidi kan ke barang yang dijual," tuturnya.

Sedangkan Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai penyebab penurunan saham BUKA lapak karena valuasinya memang sudah cukup tinggi. Bukalapak juga memiliki pesaing yang lebih besar di industri e-commerce.

"Kemudian memang ya Bukalapak ini bukan nomor 1 di industri marketplace, sehingga mereka mengambil aksi profit taking di pasar," tuturnya.

Untuk penurunan saham BUKA, Hans memprediksi bisa turun hingga level Rp 600. Sebab menurutnya jika acuannya adalah harga IPO di Rp 850 maka psikologis investor untuk melakukan cut loss di sekitar 30%.

"Karena kalau orang beli saham terus rugi, menurut saya orang mentolerir kerugian untuk buang 20-30%. Kalau Rp 850, 20% kan Rp 170, berarti kan di Rp 680. Ya kalau dia mentolerir sampai 30%, ya Rp 600-700 penurunan di pasar," terangnya.


(das/ara)