Sambut IPO GoTo, Calon Investor Harus Jeli Baca Data Ini

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 19 Agu 2021 12:27 WIB
GoTo
Foto: GoTo (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Rencana Initial Public Offering (IPO) GoTo terus menjadi perbincangan investor di pasar modal. Selain memiliki model bisnis teknologi, yang sekarang sedang jadi target banyak investor di Bursa Efek Indonesia (BEI), GoTo merupakan gabungan tiga entitas bisnis pemimpin pasar ride hailing dan pesan antar makanan, pembayaran dan layanan keuangan, serta ecommerce terbesar di Asia Tenggara.

Dengan skala bisnis dan valuasi yang ditaksir mencapai USD40 miliar, IPO GoTo diperkirakan akan menarik minat banyak calon investor. Itu sebabnya, jelang IPO GoTo yang kabarnya akan dilakukan di tahun ini, beredar beragam isu. Salah satunya adalah transaksi saham yang dilakukan oleh pemegang saham di pasar sekunder.

CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto menilai menjelang IPO wajar jika banyak informasi bermunculan. Hanya saja ia mengingatkan investor untuk senantiasa berhati-hati dalam menerima informasi terkait perusahaan yang akan IPO. Selain akurasinya tidak dijamin, beredarnya beragam informasi itu sesungguhnya juga bagian dari upaya investor untuk mendapatkan informasi yang sesungguhnya.

"Jangan mudah teperdaya oleh informasi yang sumbernya tidak jelas. Investasi di bursa efek sudah teregulasi melalui ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan BEI. Siapapun yang akan IPO pastinya akan ikuti ketentuan otoritas pasar modal," ujarnya Fendi di Jakarta, Kamis (19/8/2021).

Ia menambahkan, jika ada pemegang saham GoTo yang melakukan transaksi di pasar sekunder, maka hal itu juga wajar terjadi. Lazimnya dalam dunia bisnis, transaksi penjualan saham oleh pemegang saham adalah bagian dari bisnis itu sendiri. Hanya saja jika transaksi saham itu dilakukan terhadap entitas perusahaan yang akan IPO, maka perusahaan itu wajib untuk mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kalau mau IPO, GoTo harus mengikuti semua ketentuan OJK. Dan saya yakin perusahaan besar seperti GoTo tidak akan menghancurkan reputasinya sendiri. Justru dengan IPO ini nilai bisnis GoTo akan semakin terukur dan itu juga menjadi puncak prestasi dari kehadiran start up karya anak bangsa ini," jelas Fendi.

Dia juga mengingatkan investor dapat memperoleh informasi yang kredibel terkait IPO GoTo pada prospektus. Dalam prospektus tersebut seluruh informasi sudah lengkap, baik terkait prospeknya kedepan dan aspek risiko bisnis perusahaan.

(dna/dna)