Humpuss Bawa Anak Usahanya IPO, Incar Dana Rp 429 M

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 19 Agu 2021 17:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik hingga hampir 20 poin tapi kemudian melambat lagi. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (14/11/2014), IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,233 poin (0,03%) ke level 864,319.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) membawa anak usahanya di divisi angkutan gas alam cair (LNG), PT GTS Internasional Tbk (GTSI) melantai di pasar modal. Perusahaan akan melepas 2,86 miliar saham baru dalam proses Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO).

Dalam keterangan resmi GTSI, Kamis (19/8/2021), perseroan berencana menghimpun dana antara Rp 286-429 miliar. Saham bernilai nominal Rp 50 per saham itu jumlahnya setara dengan 17,6% dari seluruh modal ditempatkan dan ditawarkan pada kisaran harga Rp 100-150 per saham

"Perjalanan Perseroan telah mencapai 30 tahun lebih, alhamdulillah selalu mencetak laba. Operasional ditunjang dengan SOP keselamatan yang tinggi, Perseroan juga menjalin kerja sama dengan partner multinasional yang bereputasi, dengan kontrak kerja sama yang panjang dari 7 - 25 tahun, dalam industri logistik dan infrastruktur energi yang ramah lingkungan," kata Komisaris Utama GTSI Budi Haryono.

Perseroan juga bermaksud untuk mencatatkan seluruh saham atas nama pemegang saham sebelum perusahaan go publik sebanyak 13.419.142.767 saham. Sehingga total saham yang dicatatkan Perseroan mencapai 16.279.142.767 saham.

Setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, dana hasil penjualan saham tersebut akan sekitar 64% atau setara dengan US$ 19,2 juta akan digunakan untuk pinjaman kepada PT Anoa Sulawesi Regas (Anoa), dengan perkiraan suku bunga 7% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 8 tahun serta grace periode 2 tahun.

Pinjaman tersebut akan digunakan Anoa untuk membangun permanen FRSU, yang direncanakan akan dimulai pada Kuartal IV-2021. Jika dana tersebut sudah dibayarkan kembali kepada Perseroan, maka Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan usaha di masa depan termasuk namun tidak terbatas untuk modal kerja dan belanja modal.

Lalu sekitar 20% atau US$ 6 juta untuk modal kerja perseroan seperti operasional Perseroan yang meliputi antara lain cadangan docking, membangun war room sistem akuntansi dan keuangan, shipping monitoring online system.

Kemudian sekitar 16% atau US$ 4,8 juta untuk penyertaan modal kepada ANOA. Dengan penyertaan dana tersebut diharapkan akan memperkuat struktur permodalan dan modal kerja di ANOA, sehingga mampu memberikan kontribusi secara konsolidasi dan stabilitas pendapatan Perseroan selama sekitar 15 tahun ke depan.

Perkiraan Masa penawaran awal saham GTSI dijadwalkan akan berlangsung pada 19 Agustus hingga 25 Agustus 2021, dengan perkiraan tanggal efektif pada 31 Agustus 2021. Sehingga perkiraan penawaran umum akan berlangsung tanggal 2-6 September 2021 dan tanggal penjatahan pada 6 September.

Sedangkan perkiraan penjatahan saham dan distribusi secara elektronik pada 7 September, kemudian listing diperkirakan pada 8 September 2021.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi saham GTSI adalah RHB Sekuritas Indonesia, PT Mirae Sekuritas Indonesia dan PT Reliance Sekuritas Indonesia.

(das/fdl)