Bisnis Pengolahan Makanan Masih Cuan Gede Saat Pandemi, Ini Buktinya

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 30 Agu 2021 15:59 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan, bergerak datar menjelang putusan MK soal Pilpres 2014, Kamis (21/08) siang nanti.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) perusahaan pengolah makanan beku berbasis udang mencatatkan laba bersih sebesar US$ 6,1 juta sepanjang semester I 2021. Angka ini naik 16,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga mencatat pendapatan pada semester I 2021 sebesar US$ 85,8 juta atau naik 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PMMP, Martinus Soesilo mengatakan, kinerja positif Perseroan selama pertengahan tahunan 2021 ini didukung dari meningkatnya penjualan ekspor Perseroan, terutama ke Amerika Serikat, yang meningkat sebesar 11,2%, menjadi US$ 74,3 juta.

Selain itu, volume penjualan Perseroan juga meningkat dari tahun lalu, menjadi 9.677 ton per Juni 2021 dari tahun sebelumnya sebesar 9.412 ton, atau naik sebesar 2,8% secara YoY.

Pertumbuhan profitabilitas Perseroan ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan produk varian Cooked Shrimp dan Value Added Shrimp yang masih memiliki demand yang sangat tinggi.

"Per bulan Juni 2021, volume penjualan produk Cooked Shrimp kami mencapai 57% dari total penjualan, sedangkan untuk produk Value Added Shrimp kami mencapai 21% dari total penjualan kami Hal ini dapat dilihat dari peningkatan marjin laba kotor kita dari 20,1% meningkat menjadi 21,5% pada Juni 2021, atau meningkat sebesar 150bps secara YoY," ujar Martinus dalam paparan publik secara virtual, Senin (30/8/2021).

Selain hal diatas, PMMP juga menyampaikan sejumlah ekspansi dan strategi bisnis pada tahun 2021, mulai dari pembangunan pabrik baru, ekspansi pasar menuju Uni Eropa, peluncuran brand baru Perseroan untuk pasar domestik, dan juga meningkatkan porsi penjualan produk Value Added.

Martinus menyampaikan progress pembangunan konstruksi pabrik baru telah mencapai 95%, dan nantinya akan diperuntukkan untuk meningkatkan kapasitas produksi Perseroan dan juga untuk menambah varian produk yang akan dipasarkan Perseroan.

"Pabrik yang berlokasi di Situbondo tersebut rencananya akan memproduksi produk-produk Value Added, khususnya produk pre-fried breaded shrimp," jelas Martinus.

(fdl/fdl)