PPKM Diperlonggar, Industri Karoseri Bisa Cuan Lagi?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 02 Sep 2021 09:10 WIB
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4). MMKI baru saja meresmikan pabrik nilai investasi mencapai Rp7,5 triliun dan mampu menyerap 3.000 tenaga lokal.  Pada tahap awal, pabrik ini mampu memproduksi 80.000 unit per tahun untuk small-MPV.  (Ari Saputra/detikcom)
Ilustrasi Industri Karoseri (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Kian terkendalinya kasus penularan virus Corona menjadi sinyal positif bagi kalangan industri. Bahkan, pada 31 Agustus lalu, Presiden Joko Widodo menyebutkan ada beberapa wilayah tambahan yang mengalami penurunan level PPKM dari level 4 ke level 3, juga dari level 3 ke level 2.

Direktur Utama PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, Kevin Jong mengatakan, permintaan karoseri kendaraan mulai menggeliat setelah tahun lalu terpukul pandemi COVID-19. Permintaan mencuat dari sektor logistik dan pertambangan.

"Permintaan dari sektor pertambangan datang seiring dengan naiknya harga batu bara di pasar dunia," ujar Kevin, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).

Bagi perusahaan sendiri, kondisi ini diharapkan bisa berkontribusi pada peningkatan penjualan perusahaan hingga 20%. Apa lagi, perusahaan baru saja melakukan penambahan direktur yang diharapkan bisa mendongkrak kinerja perusahaan di tengah pandemi.

"Kami optimistis pertumbuhan bisa berkisar 15-20% pada tahun ini dibandingkan 2020 karena pengalaman direktur baru cukup mumpuni," ujar dia.

Sementara itu, Adrianus yang baru didapuk sebagai direktur PT Harapan Duta Pertiwi Tbk mengatakan, berdasarkan pengalaman, industri karoseri masih potensial. Permintaan datang dari kalangan swasta maupun instansi pemerintah.

"Permintaan dari sektor pemerintahan dan swasta komposisinya berimbang," ujar dia.

Optimisme terhadap industri karoseri, tambah Adrianus, juga pararel dengan penanganan pandemi COVID-19 oleh pamerintah, termasuk program vaksinasi. Keberhasilan penanganan masalah kesehatan akan berimbas kepada pemulihan ekonomi, termasuk sektor industri karoseri.

"Saat ini, masalah kita adalah soal kesehatan, yakni pandemi COVID-19. Jika PPKM sudah selesai, permintaan karoseri kendaraan akan kian meningkat," tutur Adrianus.

HDP berdiri sejak 2005 dan bergerak di bidang karoseri pada kendaraan truk atau kendaraan komersial di Indonesia. Saat ini, berbagai macam lini produk karoseri HDP mencakup dump truck, tangki air, tangki crude palm oil (CPO) dan bahan bakar minyak (BBM). Lalu, tangki hi-blow, cement mixer, wing box, dan box besi untuk transporter logistik. Selain itu, trailer untuk mengangkut kontainer, self-loader untuk mengangkut alat berat dan berbagai produk high engineering lainnya.

HDP tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (24/5/2021) melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Emiten berkode saham HOPE ini menjadi perusahaan tercatat ke-17 pada 2021.

Susunan Komisaris dan Direksi PT Harapan Duta Pertiwi Tbk

Dewan Komisaris
Komisaris Utama Lo Khie Pong
Komisaris Independen Sihol Siagian

Dewan Direksi
Direktur Utama Kevin Jong
Direktur Rusli Djuhana
Direktur Nathan Octavian Wangsadirja
Direktur Adiranus Eka Putra

(dna/dna)