Produsen Minyak Kelapa Mau Melantai di Bursa, Minat Beli Sahamnya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 05 Sep 2021 18:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik hingga hampir 20 poin tapi kemudian melambat lagi. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (14/11/2014), IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,233 poin (0,03%) ke level 864,319.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Indo Oil Perkasa Tbk akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin besok (6/9). Proses penawaran sudah dilakukan di mana terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribe sebanyak 28 kali.

Dalam keterangannya, Minggu (5/9/2021), Direktur Utama PT Indo Oil Perkasa Tbk, Johan Widakdo Liem mengatakan perseroan telah melaksanakan proses penawaran umum saham perdana kepada publik pada periode 31 Agustus hingga 02 September 2021.

Sehingga, perseroan akan secara resmi melantai di BEI pada Senin besok dengan kode saham OILS.

Johan menambahkan, OILS dapat meraih oversubscribe permintaan hingga 28 kali porsi pooling di tengah kondisi pandemi merupakan hal yang luar biasa dan diluar ekspektasi manajemen.

PT Indo Oil Perkasa Tbk yang bergerak dibidang usaha pengolahan produksi kopra dan penjualan minyak kelapa ini menawarkan sebanyak 150 juta saham baru perseroan atau 33,04% dari modal yang disetor penuh. Dengan harga saham perdana senilai Rp 270 per sahamnya. Dana segar IPO tersebut akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja pembelian bahan baku produksi.

Produk yang diproduksi perseroan merupakan produk Crude Coconut Oil (CNO) yang merupakan minyak kelapa mentah yang diperoleh dari kopra (kelapa tua kering). Minyak kelapa dapat diolah lebih lanjut menjadi minyak kelapa RBD (Refined Coconut Oil) yang dapat digunakan dalam berbagai produk dari industri kecantikan, makanan dan perawatan kesehatan.

CNO merupakan salah satu komoditas minyak nabati yang semakin populer sebagai alternatif pengganti Crude Palm Oil (CPO) yang saat ini diterpa isu masalah lingkungan dan minyak kedelai yang terkendala oleh ketersediaan lahan.

Permintaan CNO dunia saat ini didominasi oleh negara-negara yang mengembangkan produk turunan CNO seperti Belanda, Amerika Serikat, Jerman, Italia, Prancis, China, Spanyol, Meksiko, dan Inggris. OILS sendiri saat ini telah menjangkau pasar ekspor Sri Langka, Malaysia hingga ke Tiongkok.

PT Indo Oil Perkasa Tbk juga menerbitkan sebanyak 37,5 juta lembar Waran Seri I. Di mana, setiap pemegang empat saham baru perseroan berhak memperoleh satu Waran Seri I, yang dapat dikonversi menjadi saham biasa dengan harga Rp 320 per saham. PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi efek.

(acd/dna)