Vaksinasi COVID Lancar, Emiten Produsen Pupuk Dapat Angin Segar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 05 Sep 2021 23:06 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Keberhasilan pemerintah dalam mendorong pelaksanaan vaksinasi virus Corona memberi angin segar bagi kalangan industri. Menurut data Kementerian Kesehatan, sepanjang Agustus 2021, Indonesia sudah berhasil merealisasikan vaksinasi COVID sebanyak 10 juta dosis per 10 hari.

Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF), Yahya Taufik mengatakan, mulusnya upaya vaksinasi COVID-19 yang dilakukan pemerintah dan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat perusahaan produsen pupuk NPK ini optimistis target penjualan pupuk Rp 1,8 triliun sepanjang 2021 bisa tercapai.

"Pelonggaran PPKM akan sangat berpengaruh bagi kelancaran logistik. Kami berharap ke depan kegiatan bisnis kembali berjalan lancar," ujar Yahya dalam keterangan Minggu (7/9/2021).

Optimisme ini juga ditopang membaiknya harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Bahkan, harga CPO menyentuh angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini praktis meningkatkan aktivitas di perkebunan sawit yang mendorong permintaan pupuk NPK.

"Kami optimistis mencapai target penjualan tahun 2021. Tahun ini, kami berharap bisa meraih pendapatan Rp 1,8 triliun," tutur dia.

Selain itu, optimisme perseroan juga ditopang oleh adanya perizinan online terpadu (Online Single Submission /OSS) yang diharapkan dapan mendorong semakin lancarnya proses perizinan usaha sehingga iklim kemudahan investasi di Indonesia terus membaik.

"Dari hal tersebut Saraswanti optimis kinerja penjualan dan laba hingga akhir tahun ini akan tumbuh di atas 20%," ujar Yahya.

Melihat hal itu, tambahnya, rencana peningkatan kapasitas produksi Saraswanti terus digulirkan. Targetnya, pada awal triwulan kedua 2022, total kapasitas produksi terpasang perusahaan akan bertambah menjadi 700.000 ton per tahun.

"Permintaan pupuk NPK saat ini terus mengalami peningkatan. Secara organik dari kebutuhan dalam negeri meningkat. Banyak sekali perkebunan besar yang melakukan pergeseran (shifting) dari pupuk tunggal ke NPK," terang Yahya.

Terkait kinerja, sepanjang semester I-2021 emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham SAMF ini membukukan penjualan mencapai Rp 711,88 miliar, tumbuh 14,10% dibanding realisasi periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 623,86 miliar.

Seiring penjualan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 20,93% dari sebesar Rp44,28 miliar di semester I-2020 menjadi Rp53,55 miliar di semester I-2021.

(acd/dna)