Alasan Lengkap Perusahaan Hary Tanoe Urung Merger-IPO di AS

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 18 Sep 2021 15:00 WIB
Hary Tanoesoedibjo
Foto: Ari Saputra: Bos MNC Grup Hary Tanoesoedibjo
Jakarta -

Kabar terkini datang dari MNC Grup, milik pengusaha nasional Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe). PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), yang merupakan anak usaha MNC Grup, memastikan rencana merger anak usahanya yaitu PT Asia Vision Network (AVN) dengan Malacca Straits Acquisition Company Limited (MLAC) tidak berlanjut.

Alhasil, anak usaha IPTV tersebut batal masuk Nasdaq, Bursa Saham Amerika Serikat. Sebagai informasi, MLAC adalah perusahaan berkategori SPAC (special-purpose acquisition company) yang terdaftar di Nasdaq.

Berikut penjelasan lengkap manajemen IPTV melalui Sekretaris Perusahaan Muharzi Hasril, yang dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI):


Dengan hormat,

Menanggapi surat elektronik yang kami terima dari Bursa pada tanggal 14 September 2021 dengan perihal: [IPTV] Reminder terkait Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa, maka
dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

Sehubungan dengan rencana merger antara PT Asia Vision Network ("AVN"), Entitas Anak Perseroan, dengan Malaca Straits Acquisition Company ("MLAC"), mohon dijelaskan:

a. Status terkini pengajuan draft Laporan Registrasi kepada U.S. Securities and Exchange Commision ("US SEC").

b. Status terkini pemenuhan closing conditions lainnya untuk penyelesaian transaksiSehubungan dengan surat Bursa Efek Indonesia ("BEI") No. S06554/BEI.PP2/09-2021 perihal Permintaan Penjelasan Bursa, yang diterima pada tanggal 10 September 2021, bersama ini kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:

Penjelasan:

1. Kami memproses transaksi merger sejak semester kedua tahun 2020, dan pada saat itu transaksi SPAC masih sangat diminati investor di Nasdaq.

2. Memasuki tahun 2021, terjadi banyak sekali transaksi SPAC di Nasdaq, sehingga berpengaruh terhadap valuasi karena SPAC menjadi "overcrowded", termasuk berakibat harga saham MLAC tetap berada dibawah nilai nominal US$ 10/saham.

3. Setelah melalui penjajakan berbagai rosdshow, MLAC dan AVN akhirnya sepakat untuk tidak melanjutkan transaksi.

4. Hal lain yang melatarbelakangi keputusan di atas adalah makin bergairahnya investor di BEI terhadap perusahaan yang bergerak di bidang digital termasuk fokus bisnis AVN.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Hormat kami,

PT MNC Vision Networks Tbk

Muharzi Hasril
Corporate Secretary

(hns/hns)