Terserap Optimal, Right Issue BRI Jadi Terbesar di Asia Tenggara

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 24 Sep 2021 19:46 WIB
Illustrasi Gedung BRI
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

Right issue bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menorehkan catatan sejarah baru bagi pasar modal Tanah Air, setelah hampir semua Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) diserap secara optimal oleh pelaku pasar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, BRI meraih modal baru senilai Rp 93,43 triliun, setelah 27,48 miliar HMETD dieksekusi menjadi saham baru. Hanya 732 juta HMETD yang tidak dieksekusi.

Transaksi itu dipastikan membuat right issue BRI menjadi yang terbesar di Asia Tenggara mengungguli Singapore Airline yang melaksanakan right issue dengan nilai transaksi mencapai Rp 82 triliun.

Riset Perusahaan Sekuritas CGS CIMB yang diterbitkan Kamis (23/9/2021) kemarin bahkan optimistis aksi korporasi tersebut bakal berhasil. Hal ini didasari karena semua investor minoritas dengan porsi Rp 42 triliun menebus haknya (fully subscribed).

Jika rights issue BBRI terserap seluruhnya maka rasio dividen yang dibayarkan atau dividend payout ratio (DPR) BBRI akan meningkat untuk tahun 2021-2023 mencapai 6%-10%. Perhitungan ini menggunakan harga penutupan perdagangan Rabu (23/9/2021) di Rp 3.610/saham.

Selain itu, CGS CIMB juga menyebut BRI menjadi salah satu pilihan utama emiten sektor bank karena memiliki profil risk-reward yang menarik. Pasalnya, total ekuitas BRI pasca right issue untuk 3 tahun ke depan akan meningkat dengan laju masing-masing 8%/6%/3%.

Adapun rasio profitabilitas sebagai salah satu tolak ukur kemampuan perusahaan mendapatkan laba (profit) juga akan terkerek naik. Return on Asset (RoA) BBRI diperkirakan bakal kembali ke level tertinggi 3% sementara Return on Equity (RoE) bisa menyentuh 19% pada 2024.

CGS CIMB berharap adanya konsolidasi dan penambahan modal lewat skema right issue berdampak pada peningkatan penyaluran kredit per tahun secara compounding (CAGR) sebesar 13,5% sampai dengan 5 tahun ke depan lebih tinggi dari bank-bank besar lainnya, dengan pertumbuhan yang dipimpin oleh segmen ultra mikro.

CGS CIMB juga menilai bahwa valuasi BBRI saat ini sudah tergolong murah sehingga risiko-nya terbilang rendah. Adapun dalam risetnya CGS CIMB menyebut nilai intrinsic BBRI berada di Rp 4.800/saham dengan rating buy.

(akd/hns)