5 Fakta Right Issue BRI, Terbesar Sepanjang Sejarah Pasar Modal RI

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Senin, 06 Sep 2021 16:05 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah memulai hajatan terbesar sepanjang sejarah pasar modal di Indonesia melalui right issue.

Ada beberapa fakta tentang right issue yang digadang-gadang akan membantu menggenjot perekonomian nasional melalui pembentukan Holding Ultra Mikro ini, berikut di antaranya:

1. Harga Pelaksanaan Rp 3.400

Berdasarkan prospektus yang beredar, perseroan mengumumkan harga pelaksanaan untuk penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) sebesar Rp 3.400 per saham dengan rasio 100:23. Artinya, setiap 100 lembar saham yang dimiliki, investor punya right 23 HMETD.

Harga pelaksanaan ini tentu jauh lebih murah dibandingkan harga saham BBRI pada pembukaan perdagangan sesi I Jumat (3/9) yakni Rp 3.870/saham/. Harga ini juga lebih rendah dibandingkan dengan harga penutupan Kamis (2/9) kemarin di Rp. 3.850/saham.

2. Ada 28,21 Miliar Saham Baru

Selanjutnya, dalam right issue ini manajemen BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,21 miliar lembar saham baru Seri B atas nama dengan nilai nominal Rp 50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD I.

Saham baru yang ditawarkan merupakan yang berasal dari portepel perseroan dan seluruhnya ada di BEI (Bursa Efek Indonesia). Hal ini tentunya memperhatikan aturan dan sesuai dengan PP No. 29 tahun 1999, yakni 1 % dari jumlah saham milik perseroan yang beredar tidak dicatatkan di BEI.

3. Raup Dana Segar Jumbo

Dalam right issue ini, dana segar yang diraup dari publik melalui right issue ini diperkirakan mencapai Rp 41,15 triliun. Nominal ini akan didapat apabila semua pemegang saham publik mengeksekusi haknya sesuai porsi masing-masing.

Jika diakumulasi dengan dana inbreng, maka optimalisasi right issue BRI bisa bernilai Rp 96 triliun, hal ini menjadikan right issue BRI terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Diketahui, inbreng ini adalah penyetoran modal dengan aset, jadi pemerintah akan mengambil hak right issue dengan memberikan aset pegadaian dan PNM.

4. Bentuk Holding Ultra Mikro

Sementara itu, pemanfaatan dana segar yang dihimpun perseroan nantinya akan diperuntukkan perusahaan untuk pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro bersama 2 BUMN lain, yakni Pegadaian dan PNM (Permodalan Nasional Madani). Selebihnya, dana dalam bentuk tunai akan digunakan sebagai modal kerja perseroan dalam rangka pengembangan ekosistem ultra mikro, serta bisnis mikro dan kecil.

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, perseroan akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil PMHMETD I ini kepada OJK paling lambat pada tanggal 15 bulan berikutnya setelah tanggal laporan sampai dengan seluruh dana hasil PMHMETD I telah direalisasikan dan mempertanggungjawabkannya pada RUPS Tahunan Perseroan.

5. Aset BRI Jadi Rp 1.515 Triliun

Terakhir, right issue ini tentu akan mengerek aset BRI. Hingga kuartal I-2021 aset BRI tercatat sebesar Rp 1.411 triliun. Nantinya pasca aksi korporasi aset BRI diperkirakan akan melejit ke angka Rp 1.515 triliun atau kenaikan sebesar 7,37%.

Direktur Utama BRI Sunarso berharap minority shareholder dapat menunaikan haknya dalam aksi rights issue ini karena prospeknya sangat baik. Sebab, manajemen BRI menjanjikan akan menjaga dividen payout ratio tidak kurang dari 50%. Jika tidak diambil, maka saham akan terdilusi sekitar 18%.

"Nanti dapat peluang pertumbuhan seperti itu, pasti revenue-nya kan ikut naik, income-nya ikut naik. Kemudian kita menjanjikan akan jaga dividen payout ratio kita tidak kurang dari 50%. Jadi pilihannya ambil dengan prospek seperti tadi, atau tidak ambil tapi terdilusi," pungkas Sunarso.



Simak Video "Teras BRI Kapal, Penjaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ara)