Siap-siap Modal, Ada BUMN Tambang Mau IPO Tahun Depan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 27 Sep 2021 18:45 WIB
infografis Inalum
Foto: detikcom
Jakarta -

Perusahaan tambang pelat merah, Inalum bakal melakukan menawarkan saham perdana alias initial public offering (IPO). PT Inalum Operating (Persero) rencananya bakal melantai perdana di bursa mulai tahun depan.

Menurut Direktur Layanan Strategis Mind ID Ogi Prastomiyono pihaknya saat ini sedang melakukan pemisahan Inalum dari fungsi holding. Inalum akan berfungsi sebagai perusahaan operasi dan dengan begitu perusahaan bisa menghimpun dana dari masyarakat.

Seperti diketahui, Inalum sendiri ditunjuk sebagai pemimpin Mind ID yang merupakan holding BUMN industri pertambangan.

Ogi mengatakan Inalum akan dipisahkan dari fungsi holding dan menjadi perusahaan operasi di bawah Mind ID. Nantinya Inalum bakal menjadi anak usaha Mind ID dan berdiri sejajar dengan Antam, Bukit Asam, Timah, hingga Freeport dalam holding tambang.

"Bagi Inalum yang akan dipisahkan daripada fungsi holding itu memungkinkan Inalum melakukan IPO. Dengan performance yang kita lakukan, sejak jadi BUMN di 2014, Inalum menunjukan kinerja lebih baik pada saat itu jadi PMA," ungkap Ogi dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (27/9/2021).

Dia mengatakan saat ini persiapan sedang dilakukan, proses audit di aspek keuangan dan hukum sedang dilakukan untuk mempersiapkan Inalum bisa IPO.

"IPO Inalum Operating sedang disiapkan dan kami lakukan due diligence di aspek keuangan dan legal, dan mempersiapkan agar bisa jadi interest pada investor yang mau beli Inalum. Sejauh ini, belum ada penentuan berapa porsi saham yang dijual," ungkap Ogi.

CEO Group Mind ID Orias Petrus Moedak mengatakan rencana IPO sudah masuk ke dalam strategi Kementerian BUMN. Pihaknya saat ini hanya menyiapkan, dia bilang Mind ID juga ada potensi untuk IPO, namun saat ini pengurusan IPO jadi hal utama.

"Terkait IPO inalum Operating dan mengenai rencana IPO Mind ID juga memang dua-duanya sudah masuk di rencana corporate action pemegang saham, dalam hal ini Menteri BUMN. Sudah ada rencana demikian, nah kami dari perusahaan yang jadi target siapkan diri untuk itu," ungkap Orias dalam rapat yang sama.

Saat ini proses yang dilakukan adalah memisahkan Mind ID dengan Inalum Operating. Prosesnya sudah sampai ke Kementerian Keuangan. Kementerian BUMN sudah bersurat untuk permohonan penerbitan Peraturan Pemerintah soal pemisahan fungsi Mind ID dan Inalum.

Nah untuk waktunya, dia mengatakan kemungkinan pemisahan paling cepat bisa dilakukan di akhir tahun ini. Dengan begitu, dia menargetkan IPO bisa dilakukan di sekitar tahun depan, alias 2022.

"Kalau proses pemisahan bisa dilakukan cepat di akhir tahun ini atau awal tahun depan, maka IPO bisa diharapkan dilakukan di 2022. Kurang lebih timetable-nya seperti itu," ungkap Orias.

Bila Inalum sudah IPO baru lah pihaknya melanjutkan pembahasan soal kemungkinan Mind ID juga ikut IPO. "Itu adalah corporate action pemegang saham, Kementerian BUMN, maka kami siap lakukan itu," ujarnya.

(hal/dna)