Skandal Pialang-pialang Muda 'Nakal' Mengguncang AS
Rabu, 12 Apr 2006 11:14 WIB
New York - Pialang-pialang muda mengguncang AS. Bukan karena prestasi, namun karena keterlibatan mereka dalam sebuah skandal insider trading terbesar di AS. Penari telanjang pun terbawa-bawa. Skandar insider trading ini melibatkan pialang-pialang muda yang berumur di bawah 30 tahun dan terkait Goldman Sachs dan Merril Lynch. Demikian berita yang dilansir AFP, Rabu (12/4/2006).Badan Pengawas Pasar Modal AS atau Securities and Exchange Commission (SEC) bahkan menilai para pialang itu membuat sebuah skema perdagangan yang 'kurang ajar'. Alasannya, skandal itu melibatkan penari telanjang, informasi yang disembunyikan dan pencurian majalah.Para pialang-pialang muda itu diperkirakan mendapatkan keuntungan hingga US$ 5,7 juta dari insider trading itu. SEC mengungkapkan, otak skandal itu adalah Eugene Plotkin (26), seorang analis di divisi fixed income Goldman Sachs dan David Pajcin (29), mantan karyawan di premier bank."Plotkin dan Pajcin juga terlibat dalam sejumlah skema yang melibatkan penari telanjang, termasuk mencari informasi dari para bankir saat mereka berdansa dengan penari telanjang itu," tuduh SEC dalam pernyataannya.Plotkin dan Pajcin juga meminta Stanislav Shpigelman (23), seorang analis merger dan akuisisi Merril Lynch untuk memberikan tips-tips berkaitan dengan sebuah rencana merger. Imbalannya, kata SEC, Shpigelman akan diberikan saham dari keuntungan perdagangan.Shpigelman sendiri pernah dituding terlibat insider trading berkaitan dengan akuisisi Adidas terhadap Reebok. Penyelidikan SEC atas Shpigelman dalam kasus akuisisi tersebut sudah dimulai sejak awal tahun 2005.Pihak penuntut mengatakan, Shpigelman membocorkan informasi penting kepada Plotkin dan Pajcin paling tidak untuk enam rencana merger atau akuisisi yang digarap oleh Merrill Lynch.Kedua otak skandal tersebut juga merekrut dua orang pemuda untuk mendapatkan pekerjaan di pabrik percetakan di Wisconsin. Dengan menempatkan dua pemuda itu, mereka dengan leluasa mencuri kopian dari majalah Business terlebih dahulu. Mereka kemudian menjual dokumen tersebut.Nickolaus Shuster dan Juan Renteria, yang bekerja di Quad Graphics Printing Plant di Hartford, Wisconsin pun ikut ditangkap oleh pihak yang berwajib.Direktor SEC untuk kawasan timur laut, Mark Schoenfeld mengatakan, kasus pembobolan ini merupakan salah satu yang terbesar, paling bervariasi dari yang pernah ditemui. "Kami akan bekerja cepat dan agresif untuk merampungkan kasus ini karena para pembobol ini mencoba untuk mencuri informasi yang menggerakkan pasar dari institusi keuangan utama," kata Linda Chatman Thomsen, direktur SEC.
(qom/)











































