Grup Djarum Gelontorkan Dana Hampir Rp 20 T buat Caplok Perusahaan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 21:00 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Perusahaan-perusahaan di bawah bendera Grup Djarum tengah getol ekspansi. Perusahaan itu melakukan akuisisi dengan nilai total sekitar Rp 18,75 triliun atau mendekati Rp 20 triliun.

Pertama, PT Global Digital Niaga (GDN) atau Blibli baru saja menyelesaikan akuisisi 797,88 juta saham atau 51% atas saham pengelola Ranch Market, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC).

Seperti dikutip dari keterangan perusahaan, Jumat (1/10/2021), Blibli telah mengambilalih saham Supra Boga Lestari dari PT Wijaya Sumber Sejahtera, PT Prima Rasa Inti, PT Gunaprima Karyaperkasa, PT Ekaputri Mandiri, David Kusumodjojo, Suharno Kusumodjojo, dan Harman Siswanto.

"Pengambilalihan saham tersebut mengakibatkan perubahan pengendalian pada RANC," bunyi keterangan tersebut.

Saham-saham tersebut dibeli pada harga Rp 2.550 per saham. Sehingga, total nilai transaksi pengambilalihan sebesar Rp 2,03 triliun.

Kedua, ada PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo yang mengakuisisi 94,03% saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) senilai Rp 16,72 triliun.

Jumlah saham yang dibeli sebanyak 1.069.614.676 saham. Kemudian, harga pembelian saham Rp 15.640,51 per saham. Sehingga, nilai total pengambilalihan sebanyak Rp 16.729.319.036.125.

Dalam keterangan itu dijelaskan, sebelum tanggal pengambilalihan, Protelindo tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung saham yang diterbitkan SUPR.

"Tujuan pengambilalihan adalah untuk pengembangan usaha PRTL serta perluasan jaringan usaha agar dapat memperkuat posisi PRTL sebagai pemilik dan operator tower independen dalam rangka melayani operator telekomunikasi Indonesia," bunyi keterangan tersebut.

Sesuai ketentuan yang berlaku, Protelindo akan melaksanakan tender wajib. "Sebagai akibat dari pelaksanaan pengambilalihan, PRTL akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan Peraturan OJK No. 9/2018," bunyi keterangan ini lebih lanjut.

Jika ditotal, dana yang dikucurkan dari dua aksi korporasi ini sebesar Rp 18,75 triliun.

(acd/das)