Beli Saham BCA 14 Oktober Bakal Lebih Murah, Berapa Harganya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 07 Okt 2021 19:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Beli Saham BCA 14 Oktober Bakal Lebih Murah, Berapa Harganya?
Jakarta -

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan terkait perdagangan saham dengan harga baru. Hal ini sesuai dengan aksi korporasi pemecahan saham beredar atau stock split.

Nantinya saham BCA akan dipecah menjadi 5. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan rencana ini telah mengantongi restu dari regulator.

Dia menyebutkan dengan harga saham yang baru ini diharapkan saham BCA bisa diserap oleh semua investor. "Terutama investor ritel yang sudah menantikan kesempatan ini," kata dia, Kamis (7/10/2021).

Aksi korporasi stock split saham BBCA tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia sebagaimana komitmen perseroan sejak awal melantai di Bursa Efek Indonesia.

Sebagai informasi, harga saham BBCA pada saat siaran pers ini dikeluarkan berkisar Rp 34.000 per saham. Jika disimulasikan sebelum stock split harga saham Rp 34.000 maka investor harus merogoh Rp 3,4 juta untuk 1 lot saham. Nah setelah stock split 1:5 maka saham dibanderol Rp 6.800 per unit. Jadi investor bisa membeli saham 'sultan' ini dengan harga Rp 640 ribu.

Berikut jadwal perdagangan saham BBCA dengan harga baru :

7 Oktober 2021 pengumuman jadwal pelaksanaan stock split di BEI.

12 Oktober 2021 akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di Pasar Reguler dan pasar negosiasi.

13 Oktober 2021 awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi.

14 Oktober 2021 tanggal penentuan pemegang saham yang berhak atas hasil stock split (recording date).

15 Oktober 2021 Saham dengan nilai nominal baru hasil stock split didistribusikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada pemegang saham

15 Oktober 2021 awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai.

(kil/fdl)