Lebih Murah, Harga Saham BCA Akan Dipecah Jadi Segini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 12:25 WIB
Menara BCA Thamrin
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar atau stock split.

Hal ini mencermati perkembangan pasar modal Indonesia serta meningkatnya minat investor ritel untuk berinvestasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam RUPS-LB ini diberikan persetujuan atas aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 atau 1 saham yang ada saat ini dipecah menjadi 5 saham baru.

Saat ini nilai nominal per saham BBCA saat ini adalah Rp 62,5 sedangkan untuk nominal per saham BBCA setelah stock split menjadi sebesar Rp 12,5.

Sebagai informasi, harga saham BBCA saat siaran pers diterbitkan berada di kisaran Rp 32.000 per saham.

Jika disimulasikan sebelum stock split dengan harga saham Rp 32.000 maka investor harus mengeluarkan sekitar Rp 3,2 juta untuk 1 lot saham.

Setelah stock split ini 1:5, maka harga saham diperdagangkan Rp 6.400 per unit. Jadi investor bisa membawa pulang 1 lot saham dengan harga Rp 640 ribu.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan investor muda di pasar modal tertarik untuk berinvestasi saham di BCA.

"Dengan adanya aksi korporasi ini diharapkan harga saham BCA lebih terjangkau oleh investor retail," kata dia dalam siaran pers, Kamis (23/9/2021).

Proses stock split ini mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Setelah mendapat persetujuan pemegang saham melalui RUPS-LB, perseroan akan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memproses stock split yang diperkirakan selesai pada Oktober 2021.

"Aksi korporasi pemecahan saham tersebut dilandasi juga oleh komitmen BCA dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia," ujar Jahja.

Tonton juga Video: Ini Kata Young Investor Pilih Kripto atau Saham

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)