BCA Mau Stock Split Saham 1:5, Harganya Jadi Lebih Murah

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 31 Jul 2021 19:12 WIB
Logo Bank Central Asia (BCA) di Menara BCA, Bundaran HI, Jakarta.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana stock split atau memecah nilai saham dengan rasio 1:5. Harga saham berkode BBCA itu akan lebih murah.

Rencana stock split ini akan dibahas dan perlu persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya diselenggarakan pada tanggal 23 September 2021.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, mengatakan dengan pemecahan nilai saham bisa menjangkau investor muda. Harga sahamnya juga akan lebih murah.

"Kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri," kata Jahja, dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

Dikutip dari CNBC Indonesia, harga saham BBCA setelah stock split bergantung dengan sehari sebelumnya. Jika mengacu pada harga saham terakhir BBCA sebesar Rp 29.850/unit yang artinya investor harus menggelontorkan dana sebesar Rp 2,9 juta untung meminang 1 lot saham BBCA.

Nantinya setelah stock split, BBCA akan diperdagangkan di harga sekitar Rp 5.950/unit karena pembulatan ke bawah dari Rp 5.970/unit. Ini artinya investor hanya perlu merogoh kocek Rp 597 ribu untuk membeli saham BBCA.

(ara/fdl)