Bos BCA: Sorry to Say, Hanya Akan Ada 3 Digital Bank!

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2021 22:19 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar seminar soal tantangan dan strategi digital branding. Hal itu disampaikan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.
Foto: Sylke Febrina Laucereno: Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja
Jakarta -

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja memprediksi dalam 10 tahun ke depan hanya ada tiga bank digital yang mampu bertahan dan memimpin sektor terkait. Pasalnya, akan ada seleksi pasar secara alami di antara berbagai bank digital di Indonesia yang bersaing di kolam yang sama.

Menurut Jahja pengalaman seleksi alam bank tradisional yang terjadi sebelumnya bakal terulang. Misalnya, kata dia, pada 1980-an, ada sekitar 200 bank di Indonesia. Namun, kemudian menyusut setengahnya hingga yang memimpin saat ini tak lebih dari 20 bank.

Tak hanya di Indonesia, seleksi alam juga terjadi di luar negeri. Seperti WeChat di China, KakaoBank di Korea Selatan, dan Rakuten Bank di Jepang yang menjadi pemimpin keuangan digital di negara masing-masing.

"Saya pikir di Indonesia 10 tahun dari sekarang saya melihat sorry to say (maaf saja) hanya akan ada 3 digital bank. Jujur saja," kata Jahja pada webinar Banking Outlook 2021, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (7/9/2021).

Dia menilai, belajar dari persaingan kartu kredit, perusahaan yang ingin memimpin harus mampu berdiri tanpa melakukan bakar uang atau mengandalkan promo. Kunci menang dari kompetisi sengit, kata dia, dengan berhasil merebut loyalitas masyarakat tanpa embel-embel diskon dan promo.

Menurutnya, promosi hanya berlaku sementara saja, bila tak ada promo, jasa perusahaan tidak akan lagi dipakai tanpa ada loyalitas. Selanjutnya, pandangan Bos BCA tentang bank digital bisa dibaca di sini.

Lihat juga video 'Bos BCA Bicara DP KPR 0%: Tak Ada Batas Kuota, Tapi...':

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)