Tegas! Pejabat Bank Sentral AS Dilarang Main Saham

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 10:48 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) akan melarang pembuat kebijakan dan staf senior membeli saham dan obligasi. Bank sentral juga akan meningkatkan pelaporan dan pengungkapan ke publik.

Kebijakan ini adalah buntut dari kontroversi atas perdagangan yang melibatkan pejabat senior di The Fed. Kebijakan baru juga akan membatasi pembelian investasi lain seperti reksa dana.

"Aturan baru yang keras ini menaikkan standar tinggi untuk meyakinkan publik bahwa kami melayani, bahwa semua pejabat senior kami mempertahankan fokus tunggal pada misi publik Federal Reserve," kata Gubernur Fed Jerome Powell dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN, Jumat (22/10/2021).

Dalam upaya menjaga serta menghindari konflik kepentingan dalam keputusan investasi, The Fed menyatakan, pembuat kebijakan dan stas senior akan diminta untuk memberikan pemberitahuan 45 hari sebelumnya untuk pembelian dan penjualan. Serta, mendapat persetujuan terlebih dahulu untuk pembelian dan penjualan surat berharga. Mereka juga akan diminta untuk memegang investasi itu selama setahun.

"Tidak ada pembelian atau penjualan yang akan diizinkan selama periode tekanan pasar keuangan yang meningkat," kata The Fed.

Pembatasan akan berlaku untuk pejabat di Fed regional serta dewan gubernur Fed. Kebijakan tersebut akan melarang pejabat tersebut untuk investasi pada obligasi individu, memasuki derivatif atau memegang investasi pada sekuritas agensi.

Kebijakan itu muncul saat The Fed masih dilanda skandal soal perdagangan. Bulan lalu, kepala bank Federal Reserve Boston dan Dallas mengumumkan pensiun dini di tengah kritik terhadap perdagangan mereka.

Pengumuman ini juga muncul tepat setelah Senator Elizabeth Warren meminta The Fed untuk mengungkapkan memo etika Maret 2020 yang dapat menjelaskan skandal etika The Fed.

Warren berkicau pada hari Kamis bahwa pejabat Fed seharusnya ilegal untuk memperdagangkan saham individu, dan pejabat tersebut harus menghindari konflik keuangan.

"Tidak akan ada reformasi tanpa akuntabilitas," cuitnya.

"Itu berarti pengungkapan semua perdagangan sampai saat ini oleh pejabat Fed. Semua pedoman etika Fed yang relevan harus dirilis secara publik. Dan penyelidikan IG dan SEC independen harus diselesaikan segera dan tanpa campur tangan Fed," sambungnya.

(acd/das)