Jumlah Pelanggan Indosat Naik 2 Juta, Berkat Merger dengan Tri?

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2021 20:30 WIB
Operator seluler Indosat Ooredoo
Foto: Indosat Ooredoo
Jakarta -

PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat ada 62,3 juta pelanggan yang puas dan terlibat dalam sembilan bulan di tahun 2021, meningkat 3,2% (YoY). Artinya, pelanggan Indosat Ooredoo bertambah sebanyak 2,3 juta selama kuartal III-2021 di mana pada kuartal II-2021 tercatat ada 60 juta pelanggan.

Kemudian, Indosat Ooredoo juga mencatat pelanggan data 4G tumbuh menjadi 43 juta, meningkat 27% (YoY).

Director & Chied Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha mengatakan, hal itu sebagai bukti bahwa pelanggan Indosat merasa puas dengan perkembangan dan investasi yang dilakukan Indosat selama ini.

"Itu adalah bukti bahwa kustomer kita happy dengan perkembangan dan investasi yang dilakukan Indosat dalam memperbaiki jaringannya," kata Vikram melalui Media Update secara virtual, Kamis (28/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Vikram tidak menyebutkan secara rinci faktor apa saja yang mempengaruhi jumlah pelanggan Indosat bertambah. Akan tetapi, jika berbicara mengenai investasi maka kemungkinan besar ada kaitannya dengan kinerja Indosat Ooredo di kuartal III-2021 dan perkembangan merger dengan Hutchinson 3 Indonesia (Tri).

Pada kuartal III-2021, Indosat tercatat mampu mengantongi laba sebesar Rp 5,8 triliun. Total pendapatan meningkat 12% year-on-year (YoY) menjadi Rp 23 triliun dan pendapatan seluler naik 10,3% (YoY) menjadi Rp 18,8 triliun.

Selain itu, EBITDA juga menunjukkan kinerja yang kuat, di mana tercatat meningkat 22,7% (YoY) menjadi Rp 10,4 triliun. Hal ini karena kombinasi pertumbuhan top-line dan fokus berkelanjutan pada efisiensi biaya operasional, ini membantu memberikan pertumbuhan margin EBITDA sebesar 4,0 bps YoY, menjadi 45,1%.

Sementara itu, mengenai merger Indosat dan Tri sudah resmi diumumkan pada September 2021 lalu. Proses merger Indosat dan Tri sendiri ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021. Dari 'perkawinan' tersebut, transaksi kedua perusahaan ini mencapai US$ 6 miliar atau setara dengan Rp 85 triliun.

Antara Indosat dan Tri menyebutkan, paket layanan pelanggan yang ada saat ini tidak mengalami perubahan. Artinya, baik itu pelanggan Indosat maupun Tri masih mengikuti aturan masing-masing operator seluler sebelum nantinya resmi bergabung menjadi Indosat Ooredoo Hutchison.

Hingga saat ini, keduanya masih menjalani proses evaluasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). "Saat ini memang masih dalam proses on going approval, belum ada update terkait approval sampai saat ini," tutup Vikram.

(dna/dna)