ADVERTISEMENT

Ekonomi Mulai Pulih, Begini Ramalan Kondisi IHSG Tahun Depan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 29 Okt 2021 20:30 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 26 poin mengekor penguatan bursa global semalam. Aksi beli asing kembali muncul setelah kemarin menjual saham. Membuka perdagangan, Rabu (22/10/2014), IHSG menanjak 32,408 poin (0,64%) ke level 5.061,752.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pandemi COVID-19 sempat membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) tertekan. Namun kini IHSG sudah mulai membaik, bahkan lebih tinggi dibandingkan masa sebelum pandemi.

Pada akhir pekan ini IHSG ditutup di level 6.951. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis jika IHSG ke depan berada dalam tren pertumbuhan.

Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK Edi Broto Suwarno mengungkapkan, jika tahun depan kebutuhan pembiayaan dari korporasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus meningkat.

Dia menyebutkan pasar modal akan menjadi salah satu sumber pembiayaan yang terus dicari oleh pelaku usaha. "Di pasar modal sendiri, kami melihat tren penguatan IHSG bisa terus berlanjut," kata dia dalam acara InfobankTalkNews Media Discussion dengan tema 'Outlook Pasar Modal 2022: Momentum Pemulihan Ekonomi dan Imbas Tapering The Fed', Jumat (29/10/2021).

Apalagi ramainya lantai bursa dengan masuknya unicorn teknologi yang membuat pasar modal semakin diminati. Contohnya antusiasme masyarakat ketika initial public offering (IPO) Bukalapak pada Agustus lalu.

Infonya GoTo atau gabungan Gojek dan Tokopedia juga akan melantai di bursa pada tahun depan. "Antusiasme ini juga berdampak positif pada tahun 2022," jelas dia.

Dia menyebutkan para investor juga harus memperhatikan tantangan baik global maupun domestik. Apalagi masih ada ketidakpastian dan potensi gelombang ketiga varian COVID-19.

Selain itu masalah Evergrande yang membuat ekonomi China melambat dan normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral AS juga harus diwaspadai.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT