Bursa Saham AS Apik hingga Indeks Dow Jones Cetak Rekor, Pertanda Apa Nih?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 03 Nov 2021 08:29 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency

Saham tidak kembali ke tingkat terbaiknya sampai tahun 2006, dan pasar mencapai puncaknya lagi pada bulan Oktober 2007 karena pasar perumahan. Namun akhirnya menyebabkan ledakan 2008 dari Lehman Brothers dan Resesi Hebat. Dow Jones pun turun ke 6.470 pada Maret 2009.

Sejak saat itu indeks ini mulai merangkak naik. Bahkan tahun ini, Dow Jones menguat sampai 18% dan akhirnya menyentuh level 36.000 poin.

Indeks Dow Jones pertama kali diluncurkan pada tahun 1896 dengan hanya selusin perusahaan. Sepanjang abad yang lalu, Dow telah menjadi rumah bagi ikon industri utama AS. Beberapa di antaranya seperti General Electric (GE), ExxonMobil (XOM), dan Pfizer (PFE).

Dow sekarang mencerminkan fakta bahwa ekonomi AS lebih banyak mengarah ke sektor teknologi, barang-barang konsumen, dan jasa keuangan dibandingkan dengan manufaktur.

Beberapa saham terkemuka dalam indeks Dow Jones saat ini adalah Apple (AAPL), Microsoft (MSFT), Salesforce (CRM), Walmart (WMT), Home Depot (HD), Nike (NKE), Goldman Sachs (GS), American Express (AXP), dan JPMorgan Chase (JPM).


(hal/ara)