IPO Mitratel vs Bukalapak, Gedean Mana?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 15:43 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik hingga hampir 20 poin tapi kemudian melambat lagi. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (14/11/2014), IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,233 poin (0,03%) ke level 864,319.
IPO Mitratel vs Bukalapak, Gedean Mana?
Jakarta -

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel akan melepas sahamnya ke publik atau initial publik offering (IPO). Rencananya, penawaran umum dilakukan pada 16-18 November dan pencatatan di bursa dilakukan pada 22 November 2021.

Sementara itu, pasar modal sendiri sempat diramaikan oleh IPO PT Bukalapak.com Tbk. Pelaku pasar sempat antusias karena Bukalapak merupakan unicorn pertama di Asia Tenggara yang melantai di bursa.

Lalu, lebih besar mana perolehan dana IPO antara Mitratel dan Bukalapak?

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI, Direktur Utama Telkom Ririek Ardiansyah menjelaskan, jumlah saham yang akan ditawarkan Mitratel ke publik maksimal 29,85% atau maksimal 25,54 miliar saham. Saham tersebut akan ditawarkan pada rentang harga Rp 775 hingga Rp 975 per saham.

Dari aksi korporasi ini, Mitratel mengincar dana Rp 15 triliun hingga Rp 24 triliun.

"Total proceed yang diharapkan di antara Rp 15-24 triliun, dan ini nantinya semuanya akan masuk kepada Mitratel," katanya, Rabu (10/11/2021).

Bandingkan dengan Bukalapak. Jumlah saham Bukalapak yang ditawarkan sebanyak 25,76 miliar saham. Saham tersebut kemudian ditawarkan dengan harga Rp 850 per saham. Dari hasil IPO ini, Bukalapak menghimpun dana sekitar Rp 21,9 triliun.

Jadi, jika Mitratel berhasil menawarkan saham di harga tertinggi, maka anak usaha Telkom ini bisa mengumpulkan dana yang lebih besar dibanding Bukalapak.

(acd/fdl)