Seruan G7 Gulingkan Dolar AS
Senin, 24 Apr 2006 11:32 WIB
Tokyo - Posisi dolar AS kembali tumbang setelah ada seruan dari negara-negara G7 agar Cina menerapkan sistem mata uang yang lebih fleksibel. Dolar AS mencapai posisi terendah dalam tiga bulan terhadap yen dan juga mencapai posisi terendah dalam beberapa tahun terakhir terhadap sejumlah mata uang regional lainnya.Pada awal perdagangan Senin (24/4/2006) di Asia, dolar tercatat di posisi 115,10 terhadap yen Jepang, atau melemah dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di New York. Dolar juga melemah ke posisi terendah sejak Oktober 1997 terhadap won Korsel yakni di KRW 937. Terhadap ringgit Malaysia, dolar berada di posisi terendah sejak Mei 1998 yakni di MYR 3,6550.Sementara terhadap dolar Singapura, dolar AS berada di posisi terendah sejak Mei 1998 yakni pada S$ 1,5903. Sedangkan rupiah kini bercokol di posisi 8.830 per dolar AS, atau posisi puncak hampir dalam 1,5 tahun terakhir.Menurut pialang, mata uang regional terus menguat menyusul keluarnya pernyataan dari G7 pada pekan lalu soal fleksibilitas mata uang Cina, Yuan. G7 menyerukan Cina agar menerapkan sistem yang lebih bebas untuk meningkatkan keseimbangan ekonomi dunia. "Fleksibilitas mata uang yang lebih besar sangat diperlukan dalam perekonomian negara-negara yang memiliki surplus neraca berjalan yang besar, terutama Cina, yang memerlukan penyesuaian," demikian pernyataan G7.Atas pernyataan tersebut, sebagian analis pasar uang dunia menilai negara-negara maju memang menginginkan mata uangnya melemah terhadap sebagian mata uang Asia untuk menjaga keseimbangan ekonomi dunia yang direpresentasikan dengan besarnya negara perdagangan AS."Penyebutan ketidakseimbangan AS dalam pernyataan G7 secara substansial telah mengubah outlook pasar atas dolar AS," ujar Masaki Fukui, Senior Vice President divisi forex dari Mizuho Corporate Bank seperti dikutip dari Dow Jones.Pernyataan G7 juga dinilai datang pada saat yang tidak tepat untuk dolar AS. Mata uang tersebut sebelumnya sudah dihantam oleh spekulasi pasar tentang berhentinya siklus kenaikan suku bunga AS.
(qom/)











































