Turun dari Harga IPO, Saham Mitratel Diramal Punya Prospek Cerah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 24 Nov 2021 10:32 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham di bursa Jepang. Mata uang yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Para investor juga menanti hasil minutes dari the Fed yang akan dirilis hari ini. IHSG hari  diperkirakan bergerak di kisaran 4.4534.545, Rabu (18/11/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Turun dari Harga IPO, Saham Mitratel Diramal Punya Prospek Cerah
Jakarta -

Anak usaha Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham MTEL mengalami penurunan dari harga penawaran awal di Rp 800 per lembar saham dan kini berada di Rp 770 per lembar saham.

Meski mengalami penurunan, kalangan analis menilai MTEL punya potensi pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih pesat dalam jangka panjang. Peluang bertumbuh tersebut didukung oleh posisi Perseroan yang memiliki menara telekomunikasi terbanyak dan tersebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Ini sangat sesuai dengan rencana kebutuhan para operator telekomunikasi ke depan yang akan expansi coverage secara agresif khususnya di luar Jawa dimana 57% tower Mitratel juga berada di luar Jawa.

Dalam risetnya, para analis juga menyebut MTEL mempunyai kejelasan rencana pengembangan bisnis baik melalui akuisisi (anorganic) maupun organic disertai keunggulan lokasi tower. Mitratel dinilai sangat siap menangkap peluang dalam menyambut era 5G karena lebih dari 50% menara Mitratel bersifat fiber-ready. Sejalan dengan 5G dengan dukungan fiberisasi Mitratel juga dapat mengembangkan portfolio lain diantaranya edge computing dengan memanfaatkan space yang ada.

Menurut analis Verdhana Sekuritas Indonesia Nicholas Santoso dan Raymond Kosasih, Mitratel memiliki potensi pertumbuhan organik yang pesat dalam jangka panjang, seiring masih besarnya potensi penyewaan menara telekomunikasi di Indonesia.

"Kami memberikan outlook positif terhadap bisnis menara telekomunikasi di Indonesia, seiring dengan pesatnya pertumbuhan trafik data di dalam negeri dan sejalan dengan mulai diterapkannya 5G. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap Mitratel," tulis Nicholas dan Raymond dalam risetnya.

Besarnya peluang pertumbuhan kinerja Mitratel juga didukung oleh posisi perseroan sebagai penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Posisi tersebut menghasilkan potensi pertumbuhan, khususnya bersumber dari co-location (co-lo) yang tersebar di berbagai daerah.

Hingga Agustus 2021, Mitratel tercatat memiliki 28.030 menara telekomunikasi dengan 42.016 penyewa. Angka tersebut menunjukkan rasio kolokasi 1,5 kali. Menara perseroan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan komposisi 57,3% menara berada di luar Pulau Jawa.