Mitratel Kantongi Kontrak Sewa Menara Rp 30,7 T

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 11:13 WIB
Menara Telkomsel
Ilustrasi/Foto: Telkom
Jakarta -

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengantongi kontrak backlog sewa menara telekomunikasi sekitar Rp 30,7 triliun hingga tahun 2030.

Chief Investment Officer Mitratel, Hendra Purnama mengemukakan sebagai perusahaan penyedia infrastruktur menara telekomunikasi, Mitratel mencatat pertumbuhan pendapatan 17% dan EBITDA meningkat 36% setiap tahun.

"Sebagai operator tower terbesar di Indonesia dengan 28.030 menara dan 42.016 penyewa, Mitratel memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan provider menara lainnya. Selain terdapat backlog kontrak, cakupan menara Mitratel berada di seluruh nusantara dengan 57% di luar Jawa," katanya, Jumat (26/11/2021).

Luasnya cakupan wilayah tersebut, menurut Hendra, membuat Mitratel dapat mengelola kerja sama tambahan dari para penyewa menara telekomunikasi. Lebih dari itu, Mitratel dianggap paling siap melayani ekspansi operator di luar Jawa yang meningkatkan portofolio kolokasi.

Menurut Hendra, Mitratel memegang kualitas penyewa terbaik dengan Telkomsel sebagai anchor tenant dengan 50% revenue share. Adapun revenue share dengan operator terbesar yakni Telkomsel, XL, dan Indosat mencapai 85%. Sinergi dengan Telkom Group juga menjadi salah satu keunggulan Mitratel.

Mitratel akan terus melakukan ekspansi dengan menyediakan solusi infrastruktur digital secara lengkap, yaitu Penyewaan Towerco, Solusi TowerCo yang siap dimulai pada tahun 2022, dan Solusi InfraCo yang akan digarap pada tahun 2023, seiring perkembangan jaringan 5G yang akan mendorong bisnis menara terus tumbuh. Pasalnya, kebutuhan jaringan akan membesar dan membuat pemain menara terus berekspansi.

Berlanjut ke halaman berikutnya.