Mitratel Kantongi Kontrak Sewa Menara Rp 30,7 T

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 11:13 WIB
Menara Telkomsel
Ilustrasi/Foto: Telkom

Hendra mengemukakan, Mitratel menyiapkan empat pilar utama untuk memperkuat posisi sebagai pemimpin dalam bisnis menara. "Mitratel memiliki potensi pertumbuhan organik yang pesat dalam jangka panjang. Ini seiring masih besarnya potensi penyewaan menara telekomunikasi di Indonesia," katanya.

Sebanyak empat pilar itu, menurut Hendra, pertama, Mitratel leading dalam pengembangan bisnis organik, yaitu Build-to-Suit dan kolokasi baru dari operator seluler dengan menambah kapasitas dan coverage. Mitratel memiliki diferensiasi melalui kemampuan eksekusi B2S yang lebih unggul daripada yang lain.

Mitratel mampu memanfaatkan sebaran menara di Nusantara untuk kolokasi dari tenan baru di area urban dan rural. Kedua, Mitratel leading dalam pengembangan bisnis anorganik, yaitu menjaga kekuatan pada balance sheet dan arus kas untuk akuisisi menara yang prospektif, konsolidasi portofolio aset menara di Telkom Group, dan mengakuisisi operator menara sebagai bagian dari konsolidasi industri untuk bisnis yang lebih sehat.

Ketiga, Mitratel melakukan perluasan bisnis dengan layanan baru, yaitu mengembangkan layanan infrastruktur digital sesuai dengan kebutuhan operator seluler, mengoptimalkan kapasitas dari jaringan fiber Telkom, kerjasama B2B yang strategis dan terintegrasi dengan bisnis menara, dengan perusahaan fiber, membangun jaringan fiber untuk menara yang belum fiber-ready, memfasilitasi layanan IoT sebagai infrastructure-enabler untuk pelanggan non-operator seluler, dan ekspansi small cells dan infrastructure solutions mengantisipasi kebutuhan 5G di Indonesia.

Keempat, Mitratel terus meningkatkan efisiensi operasional, yaitu implementasi efisiensi biaya operasi dan maintenance untuk meningkatkan profitabilitas, menjaga batas biaya dalam perpanjangan sewa lahan dan melakukan inisiasi awal dengan landlord dalam negosiasi perpanjangan untuk mengoptimasi biaya atas sewa lahan, mengurangi capex maintenance dan memprioritaskan maintenance yang bersifat preventif, serta meningkatkan efisiensi operasional melalui integrasi dengan sistem IT (digitalisasi).


(ara/ara)