BEI Bakal Kedatangan Calon Emiten Teknologi, Lepas 208 Juta Saham

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 29 Nov 2021 15:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia kembali kedatangan emiten baru. Kini perusahaan teknologi meramaikan perdagangan di bursa.

Emiten yang sebentar lagi resmi mencatatkan diri di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut adalah PT Wira Global Solusi Tbk; perusahaan venture builder atau pabrik pembuat startup yang melalui HAKI perangkat lunak, sumber daya manusia tenaga ahli teknologi, dan ekosistemnya menelurkan perusahaan rintisan (startup) bersama mitra-mitra strategis.

Rencananya calon emiten ini akan menawarkan saham sebanyak-banyaknya sebesar 208.500.000 saham biasa atau sebanyak-banyaknya 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Seluruhnya, terdiri dari saham baru dengan harga penawaran umum sebesar Rp 140 per saham dengan tujuan penggunaan dana 100% sebagai modal kerja.

"Banyak yang tidak mengetahui bahwa WGSHub ini sebetulnya berasal dari pipeline IDX Incubator Jawa Barat. Dengan keberhasilan IPO WGSHub, kami berharap akan ada lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan berpotensi untuk IPO yang kami inkubasi dan mengikuti jejak IPO WGSH listing di Papan Akselerasi ke depannya," ujar Kepala IDX Incubator Jawa Barat Achmad Dirgantara dalam keterangan yang diterima, Senin (29/11/2021).

Direktur Utama WSGH, Edwin Pramana mengatakan, saat ini pendapatan perseroan mengandalkan jasa pemrograman dan jasa konsultasi IT yang tersebar di tiga anak usahanya, yaitu PT Kirana Tama Teknologi, PT Smooets Teknologi Outsourcing, dan PT Qorser Teknologi.

"Ke depan WGSH akan ada tambahan captive revenue stream signifikan dari startup subsidiary kita sendiri. Selain itu, startup subsidiary yang membukukan keuntungan dapat memberikan dividend income, sedangkan startup subsidiary yang memiliki valuasi tinggi, dapat kita capture fair value adjustment nya dalam buku," tutur ujar Edwin Pramana.

Perseroan sendiri saat ini sudah mendapatkan izin efektif penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dari otoritas jasa keuangan (OJK) dengan nomor S-213/D.04/2021.

Saham perseroan sudah dapat dipesan di seluruh sekuritas pada saat penawaran umum yaitu pada tanggal 30 November 2021 hingga 2 Desember 2021 melalui e-IPO.



Simak Video "Demi Dorong IPO Unicorn di Indonesia, OJK Menerbitkan Aturan SHSM"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)