Rupiah Ngejos Lagi ke 8.810/US$

Rupiah Ngejos Lagi ke 8.810/US$

- detikFinance
Kamis, 27 Apr 2006 18:26 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali menguat dan mendekati level 8.800 per dolar AS. Penguatan rupiah diperkirakan berkaitan dengan maraknya belanja saham yang sempat mengantarkan IHSG mendekati level 1.500 sebelum akhirnya terkoreksi.Pada penutupan perdagangan Kamis (27/4/2006), rupiah ditutup menguat pada level 8.810 per dolar AS. Sementara pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah melemah pada level 8.840 per dolar AS.Rupiah sebenarnya sempat menembus level 8.795 per dolar AS, sebelum akhirnya bank-bank BUMN menyerbu dolar dan membuatnya kembali ke level 8.800 per dolar AS.Namun pelaku pasar meyakini, rupiah masih bisa menguat kembali dan menembus level 8.700-an per dolar AS.Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penguatan rupiah merupakan imbas dari melimpahnya likuiditas internasional. Padahal, diakui Sri Mulyani, kondisi perekonomian Indonesia masih belum pulih setelah kenaikan harga BBM dan berbagai guncangan bencana pada tahun lalu. "Pertumbuhan melambat, menghalangi upaya pengentasan kemiskinan dan penciptaan kesempatan kerja. Tekanan harga minyak dunia dan agenda persoalan yang merupakan warisan masa lalu menjadi tantangan berat bagi pemerintah," ujar Sri Mulyani. "Namun situasi keuangan internasional yang cenderung jinak dengan melimpahnya likuiditas global yang juga mengimbas pada perekonomian telah menyebabkan IHSG dan rupiah menguat secara dramatis," tambahnya. Hal itu masih ditambah oleh daya tarik perekonomian Indonesia yang dianggap memiliki potensi besar untuk tumbuh cukup tinggi dan kepercayaan pelaku ekonomi yang mulai terbangun.Namun demikian, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah perlu terus waspada karena situasi keuangan global tidak akan selamanya ramah. "Kecenderungan suku bunga internasional dan harga minyak yang cenderung terus meningkat dan ketidakseimbangan ekonomi global yang belum menemukan solusi yang kredibel akan menjadi ancaman konstan bagi manajemen ekonomi kita," pungkasnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads