'Santa Claus' Bikin Wall Street Semringah di Akhir Tahun

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 10:53 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) melesat pada perdagangan Senin (27/12/2021) kemarin. Wall Street berhasil meningkatkan nilainya usai Libur Natal di tengah pantauan investor terhadap perkembangan varian terbaru COVID-19.

Mengutip CNBC, Selasa (28/12/2021), S&P 500 naik hampir 1,4% dan ditutup pada 4.791,19, menandai rekor penutupan ke-69 tahun ini. Sementara itu indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 351,82 poin, atau sekitar 1%, menjadi 36.302,38.

Tidak mau kalah, Nasdaq Composite juga ikut naik 1,4% menjadi 15.871,26. Para investor sedang menikmati reli Santa Claus di Wall Street.

Hal ini tentu membuat para ahli strategi pasar tetap positif pada prospek ekuitas di tengah lonjakan kasus COVID-19. Hal ini menunjukkan kalau sejumlah perusahaan telah memiliki 'imunitas' hingga tahap tertentu dari serangan Omicron.

"Kami tidak mengharapkan Omicron untuk mempengaruhi prospek pertumbuhan secara signifikan, tetapi kemungkinan akan mempercepat akhir pandemi," kata Dubravko Lakos-Bujas dari JPMorgan.

Meski demikian, tidak semua perusahaan menerima 'kado natal' selama reli Santa Claus ini berlangsung. Perusahaan yang tidak menerima 'kado natal' ini merupakan perusahaan-perusahaan yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh penyebaran varian Omicron.

Berlanjut ke halaman berikutnya.