Ekspor Disetop Jokowi, Begini Nasib Saham Emiten Batu Bara

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 04 Jan 2022 13:42 WIB
Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat batu bara menggunakan alat berat di pelabuhan krakatau bandar samudera, Cigading, Cilegon (8/3/2013). Direktur Jendral Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), Thamrin Shite mengatakan untuk mengendalikan produksi batu bara, pemerintah menetapkan kuota produksi secara nasional. File/detikFoto.
Ilustrasi/Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Di awal tahun perusahaan-perusahaan batu bara di Indonesia mungkin sedang pusing. Pemerintah memutuskan untuk melarang ekspor batu bara pada 1-31 Januari 2022 demi memenuhi kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik.

Bagaimana nasib saham-saham dari emiten-emiten produsen batu bara? Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai kebijakan pemerintah itu tentu akan mendorong aksi jual dari saham-saham batu bara.

"Secara sentimen biasanya ngaruh di mana pelaku pasar akan cenderung sell off," tuturnya kepada detikcom, Selasa (4/1/2022).

Meskipun kebijakan itu ditetapkan hanya berlaku selama satu bulan, menurut Reza tetap akan berdampak besar bagi bisnis perusahaan batu bara. Sebab mereka tetap punya kontrak ekspor batu bara yang masih berjalan.

"Kalau langsung diberhentikan gitu aja, waduh bagaimana kontrak yang sudah berjalan. Kan nggak bisa putus begitu saja," terangnya.

Mungkin menurut Reza jika kontrak pengiriman batu bara yang masih bersifat kontrak bisa diputus begitu saja. Tapi jika kontrak yang sudah berjalan, perusahaan batu bara Indonesia bisa kena perselisihan.

Sementara itu SVP Research Kanaka Hita Solvera, Janson Nasrial menilai sentimen negatif terhadap saham-saham emiten batu bara ini tidak akan berlangsung lama dan bersifat sementara.

"Nggak lama, cuma satu bulan. It's only temporary negative impact on coal players yang export ke China," tuturnya.

Dia mencontohkan emiten-emiten batu bara yang akan terdampak sementara adalah ADRO, ITMG, dan INDY. Menurutnya saham-saham itu masih memiliki potensi penguatan karena harga batu bara di 2022 masih cenderung naik.

Pergerakan saham emiten batu bara siang ini:

  • PT Adaro Energi Tbk (ADRO) turun 3,80% ke level Rp 2.280
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) tak bergerak dari level penutupan sebelumnya di Rp 19.625
  • PT Indika Energy Tbk (INDY) menguat 1,02% ke posisi Rp 1.490
(das/ara)