Cemex Tunggu Persetujuan RI

Jual Saham di Semen Gresik

Cemex Tunggu Persetujuan RI

- detikFinance
Sabtu, 06 Mei 2006 10:11 WIB
Jakarta - Meski sudah mencapai kesepakatan dengan Grup Rajawali untuk melepas kepemilikan sahamnya di Semen Gresik, namun Cemex S.A tetap akan menunggu persetujuan dari pemerintah Indonesia.Berdasarkan kesepakatan, Grup Rajawali akan membayar 24,9 persen saham di Semen Gresik senilai US$ 337 juta atau sekitar US$ 2,28 per saham atau setara dengan Rp 19.988 per saham.Harga itu berarti lebih rendah dibandingkan harga saham Semen Gresik di Bursa Efek Jakarta. Sebelum kena suspensi pada Jumat (5/5/2006) kemarin, harga saham Semen Gresik adalah Rp 24.500."Transaksi ini masih perlu mendapat persetujuan dari pemerintah Indonesia dan juga memenuhi kondisi lainnya," demikian siaran pers Cemex seperti dikutip dari situs resminya, Sabtu (6/4/2006).Penjualan saham Cemex di Semen Gresik ini sempat membuat pemerintah Indonesia berang. Pemerintah Indonesia merasa dilangkahi karena penjualan saham itu dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dari pemerintah selaku pemegang saham utama di Semen Gresik.Deputi Meneg BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Roes Aryawijaya mengatakan, Cemex seharusnya menunggu jawaban dari pemerintah terlebih dahulu, atas tawaran penjualan sahamnya sebelum melepas ke pihak lain. Pemerintah saat ini juga sudah menunjuk kantor Konsultan Hukum Hadiputranto Hadinoto and Partner untuk mempelajari perjanjian jual beli bersyarat itu.Sementara Wapres Jusuf Kalla sendiri malah tidak terkesan ngotot. Menurut Kalla, jika memang pemerintah tak memiliki dana untuk membeli saham Cemex, maka perusahaan domestik diharapkan bisa menggantikannya."Karena ini sahamnya Cemex, maka yang menilai layak tidaknya adalah Cemex, bukan kita. Tapi Meneg BUMN akan meminta investor lokal yang beli. Itu b to b. Tidak ada urusan dengan pemerintah berapa harganya," ujar Kalla beberapa waktu lalu.Selain dimiliki oleh Cemex, saham Semen Gresik juga dimiliki pemerintah Indonesia (51,05 persen) dan publik (23,46 persen). Pemerintah dan DPR sendiri sudah sepakat untuk mempertahankan kepemilikannya di Semen Gresik sebesar 51 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads